Thursday, May 6

Kekhawatiran Sekjen Demokrat Jika Kudeta Benar Terjadi


Jakarta: Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya mengaku khawatir, Partai Demokrat tidak ikut pada Pemilu 2024, jika skenario kudeta benar terjadi.

“Jika skenario buruk itu terjadi, Demokrat tentu tidak bisa berpartisipasi dalam Pemilu 2024 dan pilkada mendatang,” kata Riefky dalam siaran resmi DPP Partai Demokrat, Jumat (5/2/2021).

Riefky mengatakan, persoalan itu akan menghadirkan dualisme kepemimpinan, dengan demikian pemerintah dapat tidak meloloskan Partai Demokrat yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam Pemilu 2024.

Untuk itu, lanjut dirinya, Demokrat ingin menghadapi gerakan kudeta Moeldoko dengan cara baik-baik untuk menyelamatkan partai yang didirikan oleh Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.

“Agar kedaulatan dan kelangsungan hidup Demokrat tetap terjaga,” tandasnya.

Sebelumnya, AHY mengaku mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo terkait adanya dugaan upaya pengambil alihan kepemimpinan partainya.

Sebab, AHY menengarai ada keterlibatan orang dekat Jokowi dalam upaya kudeta tersebut.

Belakangan, sejumlah politikus Demokrat menyebut nama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Adapun Moeldoko sudah menampik segala tuduhan bakal mendongkel AHY sebagai Ketua Umum Demokrat.

Menurut Moeldoko, urusan ini tidak ada hubungannya dengan Presiden Jokowi.

“Moeldoko mau kudeta? Lah, kudeta, apanya dikudeta? Aku orang luar ini, enggak ada urusannya di dalam,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *