by

Kekerasan Seksual Anak di Padang Meningkat

Padang: Kasus kekerasan seksual terhadap anak marak di Kota Padang Sumatera Barat (Sumbar).

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang mencatat, sejak Januari hingga November 2021, terdapat 82 laporan polisi terkait kasus kekerasan seksual pada anak.

Jumlah itu meningkat hampir seratus persen jika dibandingkan tahun lalu.

“Dari 82 laporan kasus kekerasan seksual yang diterima Polresta Padang, jumlah korbannya dapat melebihi dari angka kasus tersebut. Sebab dalam setiap kasus yang dilaporkan, jumlah korban beragam, mulai dari satu orang hingga tiga orang anak,” kata Kasat Reskrim Pol­resta Padang, Kompol Rico Fernanda, Minggu (21/11/2021).

Menurut Kompol Rico, terjadi peningkatan kasus kekerasan seksual pada anak hampir dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Pada tahun 2020 hingga Desember hanya terdapat sebanyak 48 kasus kekerasan seksual pada anak.

Rico menjelaskan, dari 82 kasus yang terjadi, pelaku mayoritas berasal dari keluarga terdekat korban. Mulai dari kakek, ayah, kakak, paman, pacar, hingga tetangga.

Data ter­se­but, berdasarkan lapo­ran ma­sya­rakat yang ma­suk ke Mapolresta Padang, dan pengumpulan fakta-fakta di lapangan.

“Bahkan pada November ini saja ada dua kasus yang bapak kandung menyetubuhi anak kandung,” ujarnya.

Kompol Rico menambahkan, naiknya angka kekerasan seksual terhadap anak terjadi karena berbagai faktor dan alasan. Namun Kebanyakan karena minimnya pendidikan dari keluarga korban.

Rico mengimbau masyarakat Kota Padang, apabila menemukan kasus kekerasan seksual terhadap anak agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian. Tujuannya agar pihak kepolisian dapat menindak pelaku sehingga antisipasi korban lebih banyak dapat dilakukan.

“Selain itu, pemulihan mental pada korban juga dapat segera dilaksanakan dengan baik dan maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia Kota Padang mengajak semua pihak untuk berhenti saling menyalahkan, dan fokus upaya pencegahan.

“Masyarakat harus bersama-sama mencegah kemungkaran dan jangan setelah terjadi baru ribut dan menuding sana sini ini yang salah, upaya pencegahan jauh lebih baik,” kata Sekretaris MUI Kota Padang Mulyadi Muslim di Padang, Jum’at, dikutip Antara.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *