by

Kejahatan Modus Baru Di BSD City

Tangerang: Kawasan BSD City, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi lokasi kejahatan modus baru.

Tersangkanya adalah sepasang suami isteri yang masing-masing berinisial VP (44) dan JS (39).

Kapolres Tangsel, AKBP Iman Imanuddin mengatakan, tersangka suami istri ini menjadikan kawasan BSD City sebagai lokasi kejahatannya.

“Dengan modus berkencan dikawasan BSD City, tersangka suami istri itu melakukan aksi pencurian,” ungkap Iman kepada rri.co.id, Jumat (24/12/2021).

Iman mrnguraikan, kronologi akai kenahatan pasangan suami istri itu mengincar korban di kawasan BSD City. Salah satunya pada Rabu (15/12/2021) kemarin.

Dimana saat itu korban berinisial AF (46) berkenalan dengan tersangka VP melalui aplikasi Tantan yang ada dimedia sosial.

“Sekitar pukul 17.30 WIB, tersangka bersama korban sepakat hendak melakukan perbuatan mesum di salah satu hotel di BSD City. Dimana tersangka dan korban bertemu di kawasan BSD City untuk bersama-sama menuju hotel,” ujarnya.

“Namun, sebelum terjadi (perbuatan mesum, Red), korban diberikan minuman oleh tersangka. Sehingga, usai meminumnya korban merasa pusing dan pingsan,” sanbung Iman.

Minuman yang diberikan kepada korban, lanjutnya, yakni kopi yang dibeli tersangka di salah satu minimarket ditengah perjalanan saat bersama-sama menuju sebuah hotel.

“Tersangka memberikan kopi yang telah dicampur dengan obat kepada korban dengan dalih untuk menjaga stamina dalam berhubungan seksual,” tutur Kapolres.

Alhasil, saat korban terbangun dan menyadari handphone serta kunci mobil miliknya telah raib. Saat dicek ke parkiran, kendaraan mobil miliknya telah hilang.

“Tersangka VP bekerja sama dengan suaminya (tersangka JS, Red) saat melakukan aksi pencurian tersebut, dengan cara suami tersangka telah menunggu di luar hotel untuk membawa mobil dari hotel dan kemudian diserahkan kepada tersangka lain untuk kemudian dijual ke daerah Jepara Jawa Tengah. Tersangka menjual mobil tersebut dengan harga Rp28,5 juta,” bebernya.

Selain kedua tersangka, masih menurut Iman, dalam kasus tersebut polisi juga menangkap dua orang penadah barang curian, yakni ZS (30) dan IM (42). ZS berperan menerima hasil kejahatan lalu menjualnya kembali ke tersangka IM dan mendapatkan keuntungan sebesar Rp1 juta.

“Kemudian IM berperan menerima barang mobil hasil pencurian dari ZS, lalu menjualnya ke daerah Jepara dengan keuntungan yang diperoleh sebesar Rp2,5 juta,” tukasnya.

Iman menegaskan, ada tersangka lainnya yang bersama-sama dengan IM menjual mobil curian ke Jepara, yakni A (40), E (40) dan A (40).

“Para tersangka telah melakukan aksi serupa berkali-kali selama enam bulan,” tandas Iman.

“Saat ini keempat tersangka sudah dilakukan penahanan. Dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara. Sementara tersangka lainnya masih DPO,” tutup Iman.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *