by

Kediamannya Diduduki Warga, Ini Profil Presiden Sri Lanka

Jakarta: Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa akan mengundurkan diri dari jabatannya pada 13 Juli 2022. Hal itu bertujuan memastikan transisi kekuasaan yang damai.

Kediaman Gotabaya bahkan hingga diduduki warga sejak Jumat (8/7). Warga sengaja memasuki kamar, makan di dapur, hingga berenang di kediaman orang nomor 1 Sri Lanka tersebut.

Negara berpenduduk 22 juta jiwa tersebut sedang mengalami kelangkaan devisa parah. Akibatnya negara itu sulit mengimpor bahan bakar, pangan dan obat-obatan, serta menjerumuskannya dalam krisis finansial terburuk.

Siapakah Presiden Gotabaya tersebut? Simak informasi profil Gotabaya Rajapaksa.

Gotabaya Rajapaksa lahir pada 20 Juni 1949. Ia dikenal sebagai seorang yang kerap memecah pendapat pengamat dunia perpolitikan.

Selain itu, Presiden Gotabaya juga kerap dipuji oleh para pendukungnya karena memainkan peran penting dalam menumpas pemberontak separatis Macan Tamil dan telah mengakhiri perang saudara yang berlangsung lama di Sri Lanka pada tahun 2009 lalu saat dirinya menjabat menjadi seorang menteri pertahanan.

Di sisi lain, Presiden Gotabaya juga dituduh melakukan pelanggaran HAM dalam penumpasan tersebut. Namun, Presiden Gotabaya membantah tuduhan tersebut dengan tegas.

Kiprahnya di dunia politik negara tersebut, membuat dirinya tidak asing bagi masyarakat bahkan sebelum dirinya menjabat sebagai seorang Presiden. Kiprah politik Gotabaya di Sri Lanka telah berlangsung sejak lama dan cukup menonjol di mata publik.

Sebelum menduduki kursi Presiden, Gotabaya memangku jabatan sebagai seorang Menteri Pertahanan Sri Lanka di tahun 2005 lalu.