Tuesday, April 20

Kecam Prancis, Pendemo Injak Foto Macron

Surabaya: Gabungan Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam se-Surabaya, menggelar aksi di Konsulat Jenderal (Konjen) Prancis yang berlokasi di Jalan Mawar Surabaya, Senin (2/11/2020) siang.

Mereka mengecam pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang dianggap menghina Islam. Ada tujuh poin yang menjadi tuntutan, salah satunya seruan gerakan untuk memboikot seluruh produk yang berasal dari negara Prancis sebagai bentuk protes.

“Poin berikutnya, mendukung sikap Pemerintah Republik Indonesia yang dalam hal ini adalah Presiden Joko Widodo dengan memberikan teguran dan peringatan kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron agar menarik tindakan dan atau ucapan yang menghina Nabi Muhammad, serta menuntut Presiden Macron menyampaikan permohonan maaf kepada umat Islam di seluruh dunia,” kata Koordinator Aksi, Bela Devi Kurniawan, Senin (2/11/2020).

Poin ketiga, lanjut Devi, yaitu mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan menarik Duta Besar Republik Indonesia di Prancis untuk sementara waktu hingga Presiden Prancis Emmanuel Macron menarik tindakan dan atau ucapan yang menghina Nabi Muhammad serta menyampaikan permohonan maaf.

“Poin keempat, mendesak kepada Mahkamah Uni Eropa untuk memberikan peringatan dan sanksi tegas kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron,” ucapnya.

Poin kelima, mendukung sikap negara yang tergabung dalam Organisasi Konperensi Islam (OKI) yang telah memberikan peringatan dan seruan untuk memboikot semua produk yang berasal dari Prancis.

“Poin keenam, umat Islam merupakan umat yang sangat mencintai perdamaian dan persaudaraan. Akan tetapi jika terdapat pihak yang melukai umat Islam dengan melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad, maka kami akan menutut dengan cara yang bijak dan beradab,” lanjutnya..

Poin ketujuh, mengimbau kepada seluruh pihak agar kejadian berupa penghinaan terhadap Nabi Muhammad agar tidak terulang lagi.

“Kita sebagai manusia sudah seharusnya saling menghargai dan tidak memantik kebencian. Terutama dalam menghadapi pandemi COVID-19, dunia membutuhkan persatuan dan Kerjasama bukan permusuhan dan kebencian,” ucapnya.

Dalam aksinya selain memampangkan poster dan spanduk, ratusan masa ini juga melakukan aksi injak foto Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *