Saturday, June 19

Kebijakan Pemerintah soal Mudik Mencla-Mencle

Jakarta – Anggota Komisi V DPR, Lasmi Indrayani, menilai pemerintah inkonsisten mengenai kebijakan mudik. Akhir April lalu, Presiden Joko Widodo resmi melarang mudik, namun hari ini Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, justru membuat kebijakan relaksasi transportasi.

“Pemerintah belum serius dan terkesan mencla-menle tentang larangan mudik yang membingungkan, khususnya di daerah yang tersebar di seluruh Indonesia,” kata Lasmi di Jakarta, Rabu (6/5).

Pandemi Covid-19 merupakan wabah yang mudah menyebar. Pemerintah tak boleh menganggap enteng. Dalam kebijakan, sikap konsisten harus diutamakan agar masyarakat tidak bingung dalam menghadapi wabah tersebut.

“Harus tegas seperti apa yang dilarang dan tidak boleh. Akibat ada pemberitaan terlebih dahulu akan ada larangan mudik malah jadinya orang-orang sudah mudik duluan. Saat ini kita ngomong pencegahan, nyatanya sudah terjadi. Di Purwokerto ditemukan pemudik 1 travel mudik dari Jakarta positif Covid-19,” ucap dia.

Hal serupa disampaikan, Anggota Komisi V DPR, Irwan. Ia geram dengan sikap pemerintah yang tak konsisten dalam membuat kebijakan.

“Relaksasi transportasi yang dilakukan Pemerintah ini makin menegaskan bahwa memang Pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 ini tidak terlalu fokus pada penyelamatan manusianya,” kata Irwan kepada Indonesiainside.id.

Sebelumnya, Budi Karya mengungkapkan bakal melonggarkan transportasi di tengah pandemi Covid-19 melalui mulai besok, 7 Mei 2020. Penjabaran ketentuan itu merupakan turunan dari Permen No.25/2010 tentang Pengendalian Transportasi selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

“Rencananya Gugus Tugas Covid-19 yang akan mengumumkan. Intinya adalah penjabaran, bukan relaksasi. Dimungkinkan semua moda angkutan udara, kereta api, laut, dan bus kembali beroperasi dengan catatan harus pakai protokol kesehatan,” kata Budi Karya, hari ini. (SD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *