by

Kebiasaan Masyarakat Akses Layanan Kesehatan Berubah

Jakarta: Pandemi COVID-19 secara permanen memang sudah mengubah kebiasaan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan. Hal ini tergambar dalam global consumer survey pada 2.700 responden yang dilakukan Accenture pada Mei 2020.

Survei tersebut menemukan, 70% pasien menunda atau membatalkan pengobatan di rumah sakit dan mengadopsi layanan kesehatan secara virtual. Pasien juga memiliki pengalaman positif terhadap layanan kesehatan secara virtual dalam bentuk video call maupun pemantauan jarak jauh dan berniat melanjutkannya pascapandemi.

Konsep layanan medis di rumah sendiri tidak dipungkiri menjadi jawaban dari perubahan cara hidup akibat disrupsi teknologi dan pandemi. Teknologi yang memunculkan telemedicine kian terakselerasi oleh hantaman pandemi yang membatasi mobilitas masyarakat, termasuk mendapatkan layanan kesehatan di fasilitas kesehatan.

Dengan teknologi online tersebut, masyarakat kian mudah mendapatkan layanan rumah sakit di rumah. Teknologi online menggabungkan kunjungan tenaga medis, perawatan secara virtual dan pemantauan jarak jauh dalam bentuk konsultansi online secara tatap muka (video call). Pasien dipastikan bisa mendapatkan perawatan di rumah dengan layanan yang menyeluruh.

Sebagai salah satu aplikasi kesehatan terkemuka di Indonesia, Aido Health kian serius mewujudkan layanan rumah sakit di rumah. Hal ini sudah diwujudkan dengan memudahkan pengguna untuk mengakses berbagai layanan yang terintegrasi dalam aplikasi. Sistem pembayaran pun makin beragam, mulai dari e-wallet (OVO, Dana, ShopeePay dan GoPay), transfer bank, virtual account, asuransi, juga kartu kredit.

Sebagai jembatan antara rumah sakit dan masyarakat, Aido Health juga terus memperluas mitra rumah sakit, klinik, laboratorium dan farmasi yang berada di dalam rumah sakit mitra. Setelah bermitra dengan lebih dari 50 faskes di 50 kota, kini aido health juga bermitra dengan jaringan Rumah Sakit Columbia Asia Indonesia.

Rumah Sakit Columbia Asia Indonesia hadir di tiga kota, yaitu Jakarta, Medan dan Semarang. Rumah sakit ini menawarkan layanan medis yang optimal dan terjangkau serta struktur tarif yang transparan.

Dengan fasilitas modern serta dokter dan perawat yang terlatih, bahkan terletak di perumahan, membuat layanan kesehatan swasta yang berkualitas ini bisa lebih mudah diakses dan efisien bagi pasien.

Columbia Asia Indonesia juga menyediakan teknologi medis baru yang bisa mengurangi tingkat perawatan invasif dan mengurangi lama rawat inap pasien di rumah sakit.

CEO RS Columbia Asia Indonesia Naveen Mantha mengatakan kerjasama RS Columbia Asia Indonesia dan aido health merupakan upaya agar masyarakat memeroleh akses yang kian luas pada tenaga medis profesional di bidangnya. Tenaga medis itu dokter spesialis dan subspesialis, di Rumah Sakit Columbia Asia.

“Kami ingin agar masyarakat mudah menjangkau kami dimanapun berada,” kata Naveen dalam siaran pers yang diterima RRI.co.id, Jumat (29/10/2021).

Deasy Mochtar, Country Operations Manager RS Columbia Asia Indonesia mengapresiasi kerjasama antara RS Columbia Asia dan aido health ini sebagai kerjasama yang saling mendukung ke depannya.

“Percepatan digitalisasi ini mendorong kita berinovasi dengan kerjasama berbagai pihak. Dalam hal ini aido health turut membantu kami memberikan pelayanan yang lebih mudah dan cepat bagi pasien,” ungkap Deasy.

Aido Health merupakan aplikasi kesehatan yang menyediakan layanan telekonsultasi dan perawatan dari rumah. Bekerja sama dengan rumah sakit-rumah sakit favorit dengan akses lebih dari 3.000 tenaga kesehatan dan 1.000 dokter spesialis, kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan tetap bisa terpenuhi, meski di tengah kondisi pandemi yang membuat gerak masyarakat terbatas.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *