Kasus Vina Dan Eky Cirebon, Pak RT Bikin Geng kuli Di Penjara

Jakarta – Terbunuhnya vina dan eky kini banyak yang terungkap, Pak RT hilang dan sembunyi usai kasus Vina Cirebon. Ternyata Pak RT mengarang cerita saat di BAP kasus Vina Cirebon. Kebohongan itu diungkap langsung oleh teman terdakwa kasus Vina, Teguh.

Teguh adalah teman dari Supriyanto. Dia mendatangi warung bu Nining di Gang Bhakti 2, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Jaww Barat bersama Pram pada Sabtu 27 Agustus 2016.

Teguh dan Pram datang ke sana untuk bertemu Supriyanto sekitar pukul 21.00 WIB. Tak berselang lama, Teguh dan Pram naik motor membeli nasi kuning di Majasem, Cirebon, Jawa Barat.

“Lalu beli nasi kuning 2 bungkus dengan Pram. Teguh sama Mpam,” katanya.

Rombongan terdakwa kasus Vina ini kemudian bergeser dari warung bu Nining ke rumah Hadi yang tak jauh dari lokasi.
Sekitar 21.15 WIB sampai 21.30 WIB, Teguh dan Pram datang ke sana untuk lanjut nongkrong sambol makan nasi kuning.

Lalu pukul 22.00 WIB, rombongan ini kemudian pindah ke rumah Pak RT. Di sana kata Teguh mereka memutuskan untuk tidur.

“Abis makan ke kontrakan pak RT jam 10.00. Tidur, ada yang mainan HP. Gak kemana-mana lagi,” katanya.

Selang beberapa hari para terdakwa kasus Vina Cirebon kemudian ditangkap polisi.

“Gak ditangkap waktu itu Teguh PKL-an di Teja Berlian, Pegambiran,” katanya.

Walau tak ditangkap namun Teguh turut diperisak penyidik kasus Vina. Teguh menekankan bahwa isi berita acara perkara (BAP) dirinya jauh dari cerita yang sebenarnya.

“Mencong, jadi Teguh ceirta yang sebenarnya kayak gitu malah dibilang kalau gitu Teguh nanti ikut masuk,” katanya.

Menurut Teguh cerita dirinya beli nasi kuning bersama Pram justru yang dimasukkan dalam BAP kasus Vina Cirebon.

“Di BAP Teguh, nasi kuningnya gak ada, padahal Teguh bilang kayak gitu,” katanya.

Dalam BAP justru disebutkan bahwa Teguh dari tempat Hadi langsung pulang ke rumah Pram.

Teguh tak disebut menginap di rumah pak RT.

Pasalnya Pak RT mengaku pada penyidik kasus Vina bahwa ia tak membukakan pintu bagi rombongan tersebut.

“Waktu itu kan Teguh bilang tidur di rumah pak RT, ‘kamu tuh bohong padahal Pak RT tidak membukakan pintu’. Jadikan Teguh gimana, padahal Teguh tidur di situ,” kata Teguh.

Dedi Mulyadi pun menduga bahwa keterangan Pak RT memiliki kaitan penting bagi dirinya sendiri.

“Apa ada kaitan dengan keselamatan anaknya ? apa ada kaitan dengan anaknya tang tidak ditahan ?” kata Dedi Mulyadi ke Teguh.

Teguh menerangkan sebenarnya anak pak RT, Kahfi sempat diperiksa penyidik kasus Vina Cirebon.

“Kedengaran sih si Kafi dibawa tapi dikeluarin lagi,” kata Teguh.

Diinformasikan bahwa 8 terdakwa ditangkap dalam kasus Vina Cirebon.

Eko Ramdhani,
Hadi Saputra,
Jaya,
Eka Sandi,
Supriyanto,
Sudirman,
Rivaldi Aditya Wardana
Saka Tatal
Mereka ditangkap ayah Eky, Rudiana atas kesaksian Dede dan Aep.

Pada Rudiana, Aep dan Dede mengaku melihat para terdakwa ini mengejar dan melempari Eky dan Vina.

Selanjutnya Silakan Baca Berita Kami Di GoogleNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *