Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Melewati Angka 6.000, 1.301 Orang Sembuh

0
(0)

Jakarta – Kasus positif Covid-19 di ibu kota terus bertambah dan hari ini, Senin (18/5), kasus positif melewati angka 6.000. Total, ada 6.010 kasus positif di Jakarta dan 1.301 orang di antaranya dinyatakan sembuh dari virus yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, Cina itu.

Data tersebut dilansir dari laman resmi milik Pemerintah Provinsi (Pemprov DKI) Jakarta, corona.jakarta.go.id. Berdasarkan data yang diperoleh Indonesiainside.id, rincian lainnya juga ditampilkan, yakni 1.958 orang dirawat, 2.268 isolasi mandiri di rumah, dan 483 meninggal.

Sebelumnya, sebanyak 1.932 orang dirawat, 2.217 lainnya isolasi mandiri, sembuh 1.295, dan 478 orang meninggal. Terdapat 88 kasus tambahan dari total kemarin, Ahad (17/5)




Dalam sajian informasi tersebut, tampak peningkatan yang cukup signifikan terkait orang yang sembuh dari infeksi virus corona. Lalu, untuk yang meninggal pun tak meningkat seperti sedia kala.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun sejak tanggal 21 Januari lalu hingga kini, data yang ada pada laman tersebut mengalami peningkatan setiap harinya selama pandemi Covid-19 melanda ibu kota. Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) atau mereka yang diduga terjangkit Covid-19 sampai saat ini ialah 19.872 orang.

Dari jumlah tersebut, 19.661 di antaranya dinyatakan negatif, sementara untuk 211 orang masih terus dipantau tenaga medis. Lalu, untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sampai hari ini berjumlah 7.621 orang, terdapat 507 pasien masih dirawat dan 7.114 lainnya dinyatakan sehat dan pulang.(PS)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Jokowi Diingatkan, Pelonggaran PSBB Saat Ini adalah Langkah Mundur dan Berbahaya

Tue May 19 , 2020
0 (0) Jakarta – Implementasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan pelarangan mudik menuai kekecewaan banyak pihak. Pasalnya, intervensi yang moderat ini pun, bila dibandingkan dengan karantina wilayah (lockdown), dinilai masih dilakukan secara lamban, setengah hati, dan tidak terkoordinasi. “Sebagai negara ke-4 dengan populasi terbesar di dunia, pandemi Covid-19 yang […]