by

Kasus PMI-Ilegal Ditahan di Batam

Jakarta: Dua tersangka ditetapkan terkait insiden terbaliknya kapal boat motor di perairan Malaysia dari Indonesia pekan lalu.

Keduanya, JI dan AS merupakan penyalur tenaga kerja Indonesia (TKI), atau pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal ini sudah ditahan di Batam, Kepuluan Riau (Kepri).

“Setelah melakukan penyelidikan, dan penyidikan, Satuan Tugas (Satgas) Kemanusian Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri, menangkap, dan melakukan penahanan terhadap inisial JI, dan AS. Kedua tersangka tersebut adalah penyalur tenaga kerja Indonesia (TKI), atau pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal dari Indonesia ke Malaysia,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Komisaris Besar Ahmad Ramadhan, di Mabes Polri, Jakarta, pada Senin (27/12/2021).

Satuan Tugas Misi Kemanusiaan Internasional pada Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri memeriksa para korban selamat dari insiden tersebut. Hasil pengakuan dari korban yang selamat, ditemukan inisial JI, dan AS.

Tersangka JI, dari penyidikan ambil bagian dalam merektur 5 TKI/PMI yang akan dipekerjakan ke Malysia. Namun dari lima TKI/PMI tersebut empat orang meninggal dunia dalam insiden kapal tenggelam tersebut.

Sedangkan tersangka AS, merekrut 4 TKI/PMI, dan dua di antaranya tewas di kapal nahas itu.

“Kebanyakan dari mereka yang direkrut tersebut, berasal dari wilayah Jawa, dan Nusa Tenggara Barat (NTB),” tutur Ramadhan.

Dari penyelidikan, dan penyidikan pula diketahui, bahwa proses rekrutmen TKI/PMI yang dilakukan oleh tersangka JI, dan AS tersebut, dilakukan dengan cara-cara yang ilegal.

Tersangka JI, maupun AS, melakukan perekrutan tanpa melalui perusahaan yang diberikan izin untuk mengirimkan TKI/PMI. Dalam penyaluran, maupun pengiriman TKI/PMI tersebut, pun dilakukan lewat jalur ilegal.

“Artinya, dia keluar dari Indonesia, tidak melalui pelabuhan resmi. Dan masuk ke Malaysia, juga bukan dari pelabuhan resmi,” terang Ramadhan. Untuk sementara ini, kata Ramadhan.

Penyidik menjerat tersangka JI, dan AS dengan Undang-undang (UU) 18/2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Namun, tak menutup peluang, para tersangka itu, dijerat menggunakan UU Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) 21/2007.

“Indikasi human trafficking-nya ada. Tetapi, yang sudah pasti, ini penyidik menjerat dengan menggunakan undang-undang perlindungan TKI/PMI,” tandas Ramadhan.

Kapal motor boat dari perairan Indonesia ditemukan terdampar di wilayah air Malaysia, pada Rabu (15/12/2021). Sekitar 64 TKI/PMI ada ditemukan dalam kapal itu.

Namun pencairan para penumpang kapal, tercatat 21 orang tewas. Sudah ada 11 jenazah teridentifikasi oleh anggota keluarga, dan dipulangkan, via Batu Ampar, Batam, Kepri.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *