Kasus Korupsi APD di Kemenkes, KPK Belum Temukan Tersangka Baru

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum memiliki terduga calon tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat pelindung diri (APD) atau Korupsi APD Covid-19 di Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kepala Bagian (Kabag) Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan saat ini pihaknya masih fokus menyelesaikan pemberkasan dari pihak yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Belum ada tersangka baru. KPK masih fokus menyelesaikan pemberkasan para tersangka saat ini yang sudah ditetapkan,” katanya melalui pesan WhatsApp, Rabu, 31 Januari 2024.

Saat ini, kata dia, proses penyidikan untuk kasus dugaan korupsi APD di Kemenkes masih terus berjalan. “Masih proses penyidikan berjalan,” ujarnya.

Komisi antirasuah ini telah memeriksa Magda Widjajana (Advokat); Dr. IR. R. Kun Wardana A.MT (Direktur PT EKI); serta Ahmad Taufik (Dirut PT Permana Putra Mandiri) sebagai saksi.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan tiga tersangka dalam dugaan korupsi APD ini. Selain Satrio Wibowo, dua tersangka lainnya adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemenkes, Budi Sylvana dan Direktur PT Permana Putra Mandiri (PPM), Ahmad Taufik.

Dalam kesempatan yang berbeda, Ali Fikri mengatakan untuk pengumpulan bukti dan mengungkap peran perbuatan dari para pihak, penyidik KPK beberapa waktu lalu melaksanakan upaya paksa berupa tindakan penggeledahan di wilayah Jabodetabek dan Surabaya.

“Lokasi tersebut di antaranya kantor BNPB, Kantor Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, salah satu ruangan di Kantor LKPP dan rumah kediaman dari para pihak yang ditetapkan sebagai tersangka,” kata Juru Bicara KPK Ali Fikri, Rabu, 22 September 2023.

Ali menyatakan tim penyidik KPK pun telah menyita sejumlah barang bukti seperti dokumen-dokumen pengadaan, catatan transaksi keuangan dan aliran uang ke berbagai pihak. Selain itu, penyidik juga mengantongi bukti transaksi pembelian aset-aset bernilai ekonomis dari para pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.

Nilai proyek pengadaan APD Covid-19 Tahun 2020 mencapai Rp 3,03 triliun. KPK menduga kerugian keuangan negara dalam korupsi APD ini mencapai ratusan miliar rupiah.

Selanjutnya Silakan Baca Berita Kami Di GoogleNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *