Kasus Covid-19 di Indonesia Turun, tapi Gelombang Pertama Pandemi Diprediksi hingga Akhir 2021

5
(1)

Jakarta – Epidemiolog dari Universtias Indonesia (UI) Iwan Ariawan mengatakan, kondisi pandemi di Indonesia masih belum terkendali meski tren penambahan kasus positif beberapa pekan terakhir menurun. Meski begitu, gelombang pertama pandemi Covid-19 diprediksi terus berlangsung hingga akhir 2021.

Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menunjukkan bahwa penambahan kasus positif menurun 17 persen pada pekan lalu. Kurva kasus tampak melandai sejak pekan kedua Oktober, setelah Indonesia mencatat kasus mingguan tertinggi sebesar 30 ribu kasus pada akhir September.

Namun Iwan menuturkan penurunan kasus tersebut tidak menggambarkan situasi pandemi yang sesungguhnya karena jumlah tes ikut menurun. Pada pekan lalu, jumlah tes menurun menjadi sekitar 20 ribu tes per hari dari rata-rata sebelumnya yang bisa mencapai 30 ribu hingga 40 ribu tes per hari.

Menurut dia, menurunnya jumlah tes disebabkan banyak laboratorium swasta yang tutup saat libur panjang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan cuti bersama pada 28 Oktober-1 November lalu.

“Masih terlalu dini untuk menyimpulkan. Bahkan dikhawatirkan karena libur panjang kemarin kasus bisa melonjak lagi dalam dua minggu,” kata Iwan kepada Anadolu Agency, Rabu.

Iwan berpendapat tren penurunan kasus ini tidak dapat dikatakan sebagai akhir dari gelombang pertama Covid-19 di Indonesia. Ada kemungkinan kasus yang dilaporkan saat ini seperti puncak gunung es dari kasus positif tanpa gejala yang tidak terdeteksi.

“Jumlah kasus yang sekarang itu hanya yang mampu dideteksi oleh sistem tes kita yang kurang, di luar itu masih ada banyak yang tidak terdeteksi,” lanjut dia.

Pemerintah, kata Iwan, masih memiliki pekerjaan rumah untuk meningkatkan kapasitas tes, penelusuran kontak, dan isolasi mandiri. Baru sedikit provinsi termasuk Jakarta, yang mampu memenuhi standar minimal tes yang ditetapkan oleh WHO.

Itu pun dengan kapasitas penelusuran kontak yang masih buruk karena kurangnya tenaga kesehatan dan relawan.

Menanggapi ini, Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menuturkan akan terus mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan tes dan penelusuran kontak.

“Ada kendala seperti wilayah tes yang tersebar luas dan jumlah masyarakat yang harus dites,” kata Wiku dalam konferensi pers di Jakarta.

Gelombang Pertama Belum Usai

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia memprediksi pandemi Covid-19 baru akan terkendali pada akhir 2021 atau awal 2022. Pemodelan tersebut dibuat berdasarkan bentuk intervensi seperti memperkuat tes, pelacakan kasus, hingga isolasi pasien, serta penerapan protokol kesehatan terhadap situasi pandemi di Indonesia saat ini.

Iwan mengatakan akhir 2021 itu lah yang diprediksi sebagai ujung dari gelombang pertama pandemi di Indonesia. “Sampai 2021 itu hanya satu gelombang, jadi ini panjang. Kita cenderung lambat jika dibandingkan dengan negara lain,” kata Iwan.

Dia menyarankan agar pemerintah membuat perencanaan jangka panjang dan memperkuat surveilance alih-alih bergantung pada vaksin yang belum pasti.

Indonesia saat ini tengah merancang program vaksinasi yang rencananya akan dimulai pada minggu ketiga Desember 2020. Menurut Iwan, vaksin membutuhkan proses panjang untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.

Indonesia sejauh ini telah melaporkan 421.731 kasus baru Covid-19, dengan 353.282 orang sembuh dan 14.259 pasien meninggal. Indonesia merupakan negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di Asia Tenggara. (Aza/AA)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Perempuan India Menggugat ke Pengadilan setelah Tahu Suaminya Botak

Thu Nov 5 , 2020
5 (1) Thane–Seorang akuntan hukum berusia 27 tahun bertekad untuk mengajukan pengaduan ke pengadilan terhadap suaminya sendiri. Hal ini dilakukan karena suaminya berselingkuh dengan menyembunyikan kebenaran bahwa dia sebenarnya botak. Seorang juru bicara polisi membenarkan bahwa kasus tersebut terdaftar di bawah Pasal 406 dan 500 dari KUHP India (IPC) di […]