by

Kasus Asusila di Bangli, Korban Usia 9-Tahun

-Uncategorized

Bangli: Lantaran tidak kuat menahan hasrat setelah satu setengah tahun ditinggal mati istrinya, seorang pria paru baya bernama Pakang (50) asal Desa Songan, Kintamani, Bangli. Tega melakukan tindakan asusila secara paksa terhadap bocah berinisial S yang baru berusia 9 tahun dan masih duduk di bangku sekolah dasar.

Akibat perbuatan pelaku, korban Kadek S yang masih duduk di kelas 3 SD itu kini mengalami trauma dan sering murung.

Dikonfirmasi Senin (25/10/2021) Kasatreskrim Polres Bangli AKP Androyuan Elim membenarkan jika pihaknya etlah menangani kasus asusila anak dibawah umur. Dia menjelaskan peristiwa itu terjadi Rabu (20/10/2021) lalu sekitar pukul 15.00 Wita di kamar mandi milik pelaku.

Kejadian itu terungkap lantaran Ibu korban, Putu SU (29) yang curiga akan perubahan sikap anaknya dan menanyakan pada korban. Setelah diketahui jika anaknya diperkosa, Putu SU langsung melaporkan ke Polsek Kintamani dan kini kasusnya ditangani Satreskrim Polres Bangli.

Sebagaimana laporan ibunya, Rabu sore lalu korban datang dari bermain langsung duduk bengong dan langsung pakai selimut di tempat tidur. Dilihat celana panjang training warna hitam yang dipakainya sebelumnya sudah dibuka dan ditaruh diatas karpet warna merah yang terpasang di lantai. Selanjutnya ibunya bertanya kenapa namun tidak dijawab. Korban langsung lari dan tidur di kamar kakeknya dengan berselimut milik kakeknya.

“Karera pelapor merasa curiga kemudian pelapor ikuti dan menarik selimutnya, serta membuka kakinya dan melihat organ vitalnya sudah berdarah. Setelah didesak, korban pun mengaku telah disetubuhi oleh pelaku,” sebut Elim.

Dari penuturan korban ke ibunya, ketika korban melintas sendirian di sebelah barat rumah pelaku, korban langsung ditarik kedua tangan. Sedangakan mulut dibekap oleh pelaku kemudian diseret masuk ke dalam kamar mandi pelaku. Lalu korban dipaksa hingga berdarah.

Antara korban dan pelaku tidak ada hubungan keluarga. Hanya bertetangga dalam satu banjar. Disinggung alasan pelaku tega mamaksa korban, lantaran dorongan nafsu sebab sudah menduda selama 1,5 tahun.

“Pengakuan pelaku hanya sekali. Tidak ada korban yang lain. Baru pertama kali itu dilakukan. Kasusnya masih kami kembangkan terlebih korbannya di bawah umur,” pungkasnya.

Pelaku disangkakan pasal 81 Ayat (1) atau (2) U.U.R.I No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas U.U.R.I. No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan U.U.R.I No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI No.1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang Undang dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *