Kapolri Tegaskan Kapolsek Tegal Selatan Dicopot Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz

0
(0)

Jakarta : Kapolri Jenderal Polisi, Idham Azis saat menggelar agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia menegaskan, dirinya telah memerintahkan pencopotan Kapolsek Tegal Selatan, Kota Tegal, Jawa Tengah (Jawa Tengah) yaitu Komisaris Polisi (Kompol) Joeharno.

Pencopotan Kapolsek tersebut terkait pemberian izin penyelenggaraan acara musik dangdut atau dangdutan yang digelar oleh Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Tegal (Jateng), Wasmad Edi Susilo.

Idham Aziz dengan tegas telah memerintahkan agar Kapolsek Tegal Selatan Kompol, Joeharno dicopot dari jabatannya sesegera atau secepat mungkin.

“Masalah Tegal itu (Dangdutan) sudah jelas, Kapolseknya itu tidak perlu tunggu ayam berkokok (pagi hari), saya suruh copot itu,” kata Idham dalam rapat bersama Komisi III DPR secara virtual (daring) yang via YouTube Channel TV Parlemen di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (30/9/2020).

Dalam kesempatan ini, Idham Aziz juga tak lupa mengapresiasi kinerja Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Lutfi dalam penanganan kasus perkara ini.

“Saya suka itu Kapolda Jateng (Irjen Pol Ahmad Lutfi) itu dia bagus (kinerjanya),” jelas Idham Aziz.

Idham juga mengatakan, pihak kepolisian telah melakukan penyidikan terhadap Wasmad sebagai penyelenggara sekaligus penanggungjawab acara dangdutan. Idham memastikan proses penyidikan kasus dangdutan tersebut hingga saat ini masih terus berjalan.

“Begitu juga yang pihak yang menyelenggarakan (Wasmadi Edi Susilo) sudah kita sidik, sudah kita proses sidik,” terangnya.

Sementara itu, kasus itu berawal saat ada acara konser dangdut yang digelar Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo. Banyak pihak yang menyoroti berlangsungna konser dangdut karena diadakan saat merebaknya wabah pandemi global Coronavirus (COVID-19).

Berdasarakan informasi, acara dangdutan itu digelar untuk memeriahkan khitanan dan pernikahan keluarga Wasmad. Acara pentas dangdut ini digelar di Lapangan Desa Tegal Selatan pada Rabu (23/9/2020) yang dimulai pada sekitar pukul 09.00-15.00 WIB.

Tak hanya berakhir distu, acara dangdutan kembali dilanjutkan pada sekitar pukul 20.00-01.00 WIB, Rabu (23/9/2020) berakhir hingga Kamis (24/9/2020) dini hari Konser dangdut itu pun mengundang banyak warga menonton tanpa mengabaikan protokol kesehatan COVID-19 karena berdesak-desakan dan banyak yang tidak memakai masker.

Polisi juga telah menetapkan Wasmad Edi Susilo menjadi tersangka kasus konser dangdut di saat pandemi virus Corona atau COVID-19. Kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa itu dinilai melanggar Undang-Undang (UU) Kekarantinaan Kesehatan.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Gedung Kejagung Dibakar, Pak Kapolri Siapa Pembakarnya?

Thu Oct 1 , 2020
0 (0) Jakarta: Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan meminta, Kapolri Idham Azis berhati-hati lagi dalam bersikap terkait insiden kebakaran gedung Kejaksaan Agung. Tentu saja, hati-hati yang disebut yakni perihal mengeluarkan pernyataan, yang dianggap kurang tepat. “Ini tidak terbakar tapi dibakar, siapa pembakarnya, Pak?” kata Arteria, Kamis (1/10/2020). Politisi […]