Kalau Bapaknya Enggak Beres, Anaknya “Ngikut”, Ahok Sentil Kualitas ASN

Jakarta – Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan, salah satu cara untuk memastikan aparatur sipil negara (ASN) di Indonesia berkualitas baik adalah pemimpin yang bisa menjadi contoh dan teladan.

Kata Ahok, pemimpin ibaratnya seorang bapak, sedangkan ASN sebagai seorang anak.

“Kalau bapak saya enggak beres, ya pasti saya ikut enggak beres,” ujar Ahok dalam acara “Ask Ahok Anything” di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (22/6/2024).

Baca juga: Ahok Ucapkan Selamat Ultah untuk Jakarta, Ungkit Sosok untuk Mengurus Warga

Masih dalam analogi bapak dan anak, Ahok menegaskan perlunya orangtua meninggalkan jejak yang dapat menjadi contoh baik bagi anak-anaknya. Mau itu jejak iman, integritas, hingga etos kerja.
“Hari ini atasan kita tidak meninggalkan jejak itu. Iman pun bisa dipersoalkan,” kata Ahok.

Ia mengatakan, Indonesia dengan segala keberagamannya butuh sosok pemimpin yang kuat, yang berani bahkan berkuasa penuh jika ia tidak mau diganggu pihak luar.

“Ini cara pandang konfusius, kalau kepalanya lurus, bawahnya tidak berani tidak lurus,” imbuh dia.

Mantan Komisaris Utama Pertamina mengaku bersyukur pernah menjadi anggota Komisi II DPR RI pada tahun 2009-2012. Saat itu, Ahok sempat mengkritik proses rekrutmen ASN yang dulu masih bernama PNS.

Ia pun terlibat dalam proses penyusunan UU ASN dan sempat mendorong wacana pihak swasta diperbolehkan untuk memegang jabatan direktorat jenderal di lembaga pemerintahan.

“Waktu saya buat UU itu, salah satu yang kita minta, kalau rekrutmen tidak transparan, (punya) orang dekat baru bisa diterima, Hasilnya, ya pasti KKN dong,” lanjut Ahok.

Ia kembali menegaskan, untuk membentuk ASN atau pejabat pemerintah yang baik, diperlukan contoh yang baik dari sosok pemimpinnya.

Selanjutnya Silakan Baca Berita Kami Di GoogleNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *