by

Juventus Dihukum Pengurangan 15 Poin

Jakarta: Jaksa Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Sabtu (21/1/2023) menjatuhi hukuman pengurangan 15 poin untuk raksasa Italia, Juventus. Si Nyonya Tua disanksi akibat kasus pemalsuan nilai transfer dan keuntungan modal yang dibuat klub pada periode pandemi.

Keputusan ini membuat Si Nyonya Tua melorot ke posisi 10 klasemen sementara. Juve diputuskan bersalah karena memalsukan laporan keuangan dalam bentuk gaji pemain dan anggaran transfer. ​

Jaksa penuntut mempermasalahkan sejumlah penyimpangan yang berasal dari transaksi pemain. Total, sebanyak 62 transfer diperiksa dan 42 di antaranya melibatkan Juventus.

Klub juga menjadi sorotan karena mengklaim telah menghemat €90 juta (£78 juta/$97 juta) gaji pemain pada periode 2020. Hal ini dimaksudkan untuk membantu nilai klub tetap stabil di pasar saham.

FIGC juga menjatuhkan ban terhadap sejumlah mantan direktur Juventus. Mereka di antaranya Andrea Agnelli, Fabio Paratici yang kini di Tottenham Hotspur, Maurizio Arrivabene, dan Pavel Nedved.

Juventus bahkan masih terbelit kasus yang lain, yakni soal pembayaran gaji di bawah tangan terhadap para pemainnya di periode pandemi Covid-19. Kasus ini berdiri sendiri dan bisa menyeret Juve ke sidang lain dalam beberapa bulan ke depan.

Namun, mereka telah mengajukan banding atas keputusan tersebut ke Komite Olimpiade Italia (NOC). Namun, NOC hanya memutuskan apakah suatu keputusan benar atau tidak, tidak memiliki kekuatan hukum mengubah potensi sanksi.

Juventus kini terlempar ke urutan kesepuluh klasemen sementara dengan perolehan 22 poin setelah sanksi pengurangan tersebut. Terdekat, Si Nyonya Tua akan menjamu Atalanta pada giornata ke-19 Serie A di Stadion Allianz, Senin (23/1/2023) dini hari WIB.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *