by

Juni Vaksin AstraZeneca Akan Distop Uni Eropa

Jakarta: Komisaris Pasar Internal Eropa Thierry Breton menyatakan bahwa Uni Eropa berencana akan menyetop pemesanan vaksin AstraZeneca pada akhir Juni ini.

Hal tersebut dikarenakan banyaknya kekhawatiran ditengah masyarakat terkait efek samping vaksin Covid-19 buatan perusahaan Inggris-Swedia itu. Dan juga masa kontraknya akan berakhir pada Juni mendatang.

“Kami tidak memperbarui pesanan setelah Juni. Kami akan lihat apa yang terjadi,” kata Breton kepada radio France Inter, dikutip Reuters, Senin (10/5/2021).

Sementara regulator obat-obatan Eropa sendiri telah mengatakan pada hari Jumat kemarin pihaknya sedang meninjau laporan gangguan saraf langka pada orang-orang yang telah divaksin.

Bahkan, badan pengawas obat Uni Eropa sebelumnya telah menyatakan pembekuan darah merupakan efek samping dari vaksin corona AstraZeneca.

Maka dari itu, sejumlah negara di Eropa telah membatasi penggunaan untuk kelompok usia lebih tua atau menghentikan penggunaan sama sekali. Meski demikian regulator obat-obatan Eropa masih menganggap bahwa manfaat vaksin AstraZeneca lebih besar daripada risikonya.

Diketahui bahwa Uni Eropa pada bulan lalu memberi tindakan hukum terhadap AstraZeneca karena tidak menghormati ketentuan kontrak. Beberapa butir perjanjian bahkan tidak bisa dipenuhi dan AstraZeneca disebut belum berada dalam posisi sanggup menghasilkan solusi agar pengiriman vaksin bisa tepat waktu.

Selain itu, Uni Eropa juga baru saja menandatangani kesepakatan pembelian vaksin dengan Pfizer-BioNTech. Uni Eropa menandatangani kontrak baru pembelian 1,8 miliar dosis vaksin Covid-19 dengan Pfizer-BioNTech untuk 2021-2023.

Breton sendiri hingga saat ini memperkirakan biaya pemesanan vaksin Pfizer itu akan lebih tinggi daripada pemesanan sebelumnya. Kenaikan harga vaksin generasi kedua tersebut karena penelitian tambahan yang diperlukan dan potensi perubahan pada peralatan industri.

“Mungkin ada sedikit biaya tambahan, tetapi saya akan menunggu pihak berwenang mengungkap pada waktunya,” katanya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *