by

Jemaah Haji Indonesia Berpulang Akibat Kelelahan

Jakarta: Kepala Pusat Kesehatan Haji dr. Budi Sylvana meminta para jemaah untuk memperhatikan kesehatan masing-masing saat melakukan lempar jumroh. Mengingat, kasus kematian jemaah haji terus bertambah akibat jemaah kelelahan dan memiliki komorbid.

”Dari kemarin sampai hari ini saja ada 6 jemaah kita yang meninggal disebabkan kelelahan dan dehidrasi yang menyebabkan penyakit jantung lebih berat,” ungkap dr. Budi dal keterangan resmi yang dikutip RRI.co.id, Senin (11/7/2022).

Menurut Budi, faktor kelelahan disinyalir menjadi pemicu bagi komorbid pada jemaah lansia, terutama pada jemaah yang memiliki penyakit jantung.

Budi menyebut, mayoritas jemaah haji sakit mendapatkan perawatan di Pos Kesehatan Mina. Jemaah haji yang sakit didominasi oleh faktor kelelahan dan dehidrasi.

”Hari ini saja ada 62 jemaah yang dirawat,” ujarnya.

Budi berharap kerjasama semua pihak, dari para KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji), Ketua Kloter, Ketua Regu, dan teman-teman Panita Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di lapangan dapat terus mengedukasi para jemaah untuk tidak berlebihan dalam beraktivitas.

Sementara berdasarkan data Kementerian Agama, Plh Biro Humas, Data dan Informasi, Wawan Djunaedi menjelaskan, jemaah haji Indonesia yang sakit saat ini sebanyak 185 orang, 11 orang dirawat di RSAS Al Noer Makkah, 3 orang di RSAS Mina Al Wadi, dan 171 lainnya dirawat di KKHI Makkah. Dan jemaah wafat bertambah 5 orang atas nama:

1. Giri Satmoko Dirdjopuspito, laki-laki, 63 tahun, nomor paspor C23 71 044, kloter JKS 21, asal Embarkasi Jakarta Saudia Bekasi

2. Makhulak Samian Pirak, perempuan, 55 tahun, nomor paspor C63 69 584, kloter SUB 04, asal Embarkasi Surabaya

3. Romadhon Masrukin Mukharor, laki-laki, 52 tahun, nomor paspor C67 49 503, kloter SOC 07, asal Embarkasi Solo

4. Ngatimah Moenali Yusuf, perempuan, 63 tahun, nomor paspor C63 66 993, kloter SUB 36, asal Embarkasi Surabaya

5. Karno Karto Sido, laki-laki, 57 tahun, nomor paspor C57 77 345, kloter SUB 06, asal Embarkasi Surabaya.

“Sehingga jumlah jemaah wafat sampai saat ini sebanyak 33 orang. Seluruh jemaah sakit telah disafariwukufkan dan seluruh jemaah wafat sebelum wukuf telah dibadalhajikan,” tegas Wawan.