Jamaah Umrah Pertama Tiba di Makkah, Masjidil Haram Disiapkan untuk 60.000 Jamaah

0
(0)

Makkah – Setelah lebih dari enam bulan, Masjidil Haram Makkah akhirnya membuka pintunya kembali bagi jamaah umrah pertama sebagai tanda selamat datang dari awal yang baru.

Lebih dari 1,8 miliar Muslim di seluruh dunia bersukacita saat jamaah umrah pertama yang beruntung memasuki Masjidil Haram, pada pukul 6 pagi, Ahad (4/10), setelah mendaftar melalui aplikasi Eatmarna Kementerian Haji dan Umrah.

Pemerintah Arab Saudi mengambil tindakan drastis untuk memerangi pandemi, dengan menangguhkan ibadah umrah dan shalat di Masjidil Haram pada pertengahan Mare 2020t. Kerajaan juga menghentikan penerbangan internasional dan menerapkan pembatasan untuk mencegah kasus virus mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Untuk menampung kuota 6.000 jamaah umrah per hari, Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan lima titik pertemuan, di antaranya situs Al-Gaza, Ajyad dan Al-Shasha, tempat para jamaah akan bertemu dan bergabung dengan tenaga kesehatan profesional di bus menuju Masjidil Haram.

Untuk menyambut kedatangan kelompok jamaah pertama, kamera termal akan ditempatkan di pintu masuk dan di dalam aula Masjidil Haram untuk memantau lonjakan suhu tubuh dan akan mengeluarkan peringatan jika diperlukan.

Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci, bekerja sama dengan otoritas lain, menyelesaikan persiapan untuk menerima jamaah umrah pertama dengan tindakan pencegahan yang ketat. Sekitar 1.000 petugas dilatih untuk memantau ibadah umrah di Masjidil Haram.

Masjid akan dibersihkan 10 kali sehari di antara kehadiran masing-masing kelompok. Pembersihan lebih lanjut di area dengan lalu lintas tinggi juga akan dilakukan, termasuk air mancur, karpet, dan kamar mandi. Eskalator menuju lantai atas jugadilengkapi dengan alat pembersih, sedangkan alat cuci tangan ditempatkan di pintu masuk masjid.

Sistem pendingin udara juga dilengkapi dengan teknologi sanitasi ultraviolet, sementara kru akan menjaga jadwal pembersihan filter udara sembilan kali sehari dalam tiga tahap berbeda.

Dengan daya tampung 2,5 juta jamaah, maka area Lingkar Mataf (Mataf) di sekitar Ka’bah dipilih jamaah umrah untuk melakukan ibadah. Jalur khusus, mirip dengan ibadah haji pada Agustus lalu, diberlakukan kembali untuk kemudahan akses.

Presiden Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci, Syekh Dr Abdulrahman Al-Sudais, merujuk pada persetujuan Raja Salman, yang memungkinkan jamaah umrah di Masjidil Haram dan mengunjungi Rawdah di Masjid Nabawi, sambil mematuhi tindakan pencegahan.

“Persetujuan kerajaan mencerminkan ketajaman kepemimpinan Saudi untuk memastikan keamanan pengunjung masjid suci dan datang sebagai tanggapan atas keinginan umat Islam untuk melakukan umrah,” kata Al-Sudais.

Dilansir dari Arab News, tahap pertama Umrah akan mencakup 6.000 jamaah sehari. Tahap kedua akan dimulai dua minggu kemudian pada 18 Oktober dan akan melibatkan sekitar 15.000 hingga 40.000 jamaah setiap hari, sedangkan pada tahap ketiga, 20.000 hingga 60.000 jamaah akan diizinkan untuk melakukan ibadah setiap hari, termasuk jamaah dari luar negeri. (Aza)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

UU Cipta Kerja Pro Asing, Kedaulatan Terancam

Mon Oct 5 , 2020
0 (0) Jakarta: Anggota Baleg DPR RI dari Fraksi PKS, Ledia Hanifa Amaliah menegaskan, sejumlah ketentuan dalam UU Cipta Kerja masih memuat substansi yang bertentangan dengan politik hukum kebangsaan yang telah disepakati pasca amandemen konstitusi. “Ancaman terhadap kedaulatan negara melalui pemberian kemudahan kepada pihak asing,” kata Ledia, Senin (5/10/2020). Termasuk […]