Monday, May 10

Dugaan Polisi Soal Wanita Tewas di Kontrakan

Jakarta: Seorang wanita yang diketahui bernama Aprima Yanti (46 tahun) ditemukan tewas di sebuah rumah kontrakan di Jalan Asem II, Kelurahan Cipete Selatan, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (25/12/2020).

Kapolsek Metro Cilandak AKP Iskandarsyah menyebut dugaan sementara korban meninggal dunia karena sakit. Hal itu lantaran pihaknya tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda tanda luka bekas penganiayaan. Diduga korban meninggal dunia karena sakit,” tuturnya.

Lebih lanjut, Iskandar menyebut pihaknya masih terus mendalami penemuan jasad tersebut.

Iskandar mengatakan, bahwa wanita tersebut merupakan seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang beralamat KTP di Jalan Cililitan Besar RT 07/RW 09 Kelurahan Cililitan Besar, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Menurut keterangan saksi-saksi, almarhumah bekerja sebagai PNS di Dinas Kesehatan, tapi masih kita telusuri dinas di kota mana,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, penemuan jasad itu berawal dari saksi pertama, Ahmad Kosasih sempat melihat kejanggalan dari rumah kontrakan korban, sebelum jasad korban ditemukan sekitar pukul 08.30 WIB.

Iskandarsyah menyebutkan, kejanggalan tersebut ketika saksi Kosasih pulang dari patroli wilayah pukul 03.00 WIB, dirinya melihat lampu kamar kontrakan milik korban masih menyala.

“Lampu kamarnya masih menyala, sedangkan alarm telepon selulernya terus berbunyi,” ujar Iskandar mengulang keterangan saksi, Jumat (25/12/2020).

Selanjutnya, sekitar pukul 05.35 WIB, seorang tukang sayur langganan korban datang untuk mengantarkan sayuran pesanannya. Tukang sayur tersebut mencoba mengetuk berkali-kali rumah korban namun tidak ada jawaban hingga akhirnya ia menitipkan sayuran pesanan korban ke pemilik kontrakan, Hj Mahmudah.

Sekitar pukul 08.00 WIB, Hj Mahmudah menyuruh anaknya, Ade Rahmawati untuk mengantarkan sayuran milik korban yang dititipkan tadi. Lagi, Ade pun tidak mendapat jawaban meski telah mengetuk berkali-kali pintu rumah korban.

Merasa curiga, Ade mencoba melaporkan kejadian itu kepada saksi pertama, Kosasih yang merupakan Ketua RT setempat. Lalu para saksi mencoba membuka jendela kamar kontrakan almarhum untuk mencari tahu.

“Ketika jendela dibuka, saksi melihat korban dalam keadaan posisi terlentang dan mulut mengeluarkan busa,” tutur.

Karena para saksi menduga korban telah meninggal dunia, lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cilandak untuk ditindaklanjuti.

Iskandar menyebut, upaya evakuasi korban yang tinggal seorang diri di rumah kontrakannya dilakukan dengan prosedur protokol kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Proses pengecekan dari Puskesmas dengan prosedur Covid-19,” tuntasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *