by

Isu Utama G20-P20, Legislator Beberkan Empat Isu

Jakarta: Wakil Ketua Badan Kerja sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana mengungkapkan, ada empat isu utama dibahas dalam Presidensi G20 dan Parliament-20 (P20).

Ditekankannya, empat isu itu digulirkan untuk menyelesaikan berbagai tantangan global.

“Pertama, pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau; tantangan terkini krisis pangan dan krisis energi, stagflasi; parlemen efektif dan demokrasi yang dinamis; serta kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan,” kata Putu kepada wartawan, Jumat (17/6/2022).

“Keempat isu tersebut sangat relevan dalam rangka pemulihan pasca pandemi, dan sebagai upaya mengatasi berbagai permasalahan global yang muncul dewasa ini,” tambahnya.

Selain itu, Putu yang merupakan Anggota DPR dari Bali ini mengatakan, Presidensi Indonesia di P20 memiliki tujuan, di antaranya meningkatkan dimensi parlementer untuk mendukung agenda global, mendorong interaksi dan kerja sama yang lebih erat antara pemeirntah dan parlemen dalam implementasi hasil-hasil pertemuan G20.

“Kemudian, memperkuat interaksi antara Ketua Parlemen negara-negara G20 dan negara-negara mitra, serta kerja sama dengan PBB dan organisasi internasional lainnya,” ungkapnya.

“DPR menitikberatkan pentingnya kekuatan parlemen untuk mendukung pemerintah dalam pemulihan pasca pandemi dan merespons tantangan global saat ini,” jelasnya.

Tentunya, kata Putu, perhelatan P20 dengan berbagai rangkaian pertemuannya termasuk P20 Summit pada Oktober 2022, merupakan panggung Indonesia di dunia internasional.

Lebih lanjut, Putu mengatakan, Presidensi Indonesia di P20 maupun G20, merupakan momen tepat untuk menampilkan dan mengetalasekan segala potensi Indonesia untuk meningkatkan perdagangan dalam dan luar negeri, investasi ke berbagai sektor prioritas Indonesia, mentransfer teknologi, dan meningkatkan penjualan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Paling penting, Putu menambahkan, ajang P20 dan G20 ini merupakan kesempatan yang baik untuk membangkitkan dan mempromosikan sektor pariwisata, termasuk kekayaan seni budaya dan kearifan lokal lainnya termasuk kuliner nusantara kepada seluruh anggota G20.

Di samping itu, lanjut dia, panggung G20 adalah momentum sangat berharga untuk menunjukkan posisi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi terbesar di ASEAN dan peringkat 16 dunia.

“Keketuaan Indonesia di G20 harus memberikan keuntungan yang sebesar-besarnya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan kepentingan nasional sesuai amanat konstitusi yang termaktub dalam UUD 1945,” pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.