by

Inisiator Produksi Pakan Ikan Mandiri

Demak: Produksi pakan ikan air tawar yang diinisisasi Kasnadi atau akrab di sapa Bang Jali pada tahun 2015 menjadi salah satu motor penunjang perekonomian warga di desa Tlogoweru, Kecamatan Guntur, Demak yang mayoritas bermata pencaharian di sektor pertanian.

Produk yang berlabel “Jali Lele” mulai banyak diminati pembudidaya ikan air tawar lantaran semakin meroketnya harga pakan ikan hasil pabrikan.

Pria yang di kampungnya akrab disapa Bang Jali mulai merintis usaha di sektor perikanan sejak tahun 2010, kemudian mulai merambah ke produksi pakan ikan pada tahun 2015. Alasan Jali pada waktu itu terjun ke produksi pelet ikan lantaran banyak pembudidaya lele di Demak yang mengeluhkan rugi imbas mahalnya biaya pakan.

Jali mengaku kendala utama yang dihadapi pada awal merintis usaha ditengarai keterbatasan modal serta minimnya apreasiasi dari Pemerintah Daerah. Selain itu, menurut dia akses bahan baku dan kurangnya penguasaan teknologi pada waktu itu membuat pria berambut gondrong tersebut harus mencari alternatif lain dalam mengawali perjalanan untuk pengembangan pakan ikan mandiri yang digelutinya.

“Awalnya modalnya itu minim, pertamanya kita beli berapa kilo ikan runcah sebagai bahan baku pembuatan pakan. Kemudian meningkat berkat apa yang kita budidayakan, seiring berjalannya waktu terus meningkat. Kalau sekarang per hari mampu memproduksi 800 kilo dengan omzet sekitar 10 juta rupiah per bulan,” ungkapnya, Kamis (17/6/2021).

Dengan tekat kuat dan kemauan keras Jali bersama kelompok usaha Tri Mino terus belajar dengan mencari solusi melalui berbagai media dalam menapaki jenjang bisnis agar mampu meluaskan pangsa pasar. Hal itu membuat usaha yang diprakarsainya berhasil meraih berbagai penghargaan baik di tingkat Kabupaten dan Provinsi. Bahkan pada Mei lalu mendapat penghargaan di tingkat Nasional pada sektor produksi pakan mandiri untuk budidaya ikan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Dari tingkat Kabupaten di tahun 2018 kemarin, kita mendapat piagam kreatifitas ekonomi masyarakat (Krenova), di Provinsi akan segera mendapat pengakuan bahwa saya satu-satunya inisiator di Jawa Tengah yang berinovasi di bidang perikanan. Puasa kemarin tepatnya tanggal 6-8 Mei saya menerima program mandiri dalam bentuk sertifikat juara untuk pakan mandiri di tingkat nasional yang berlangsung di Bandung. Jadi pakan produksi saya alhamdulillah sudah mendapat sertifikasi Cara Pembuatan Pakan Ikan Yang Baik (CPPIB),” jelasnya.

Upaya meningkatkan kapasitas produksi terus di giatkan guna mendukung para pelaku usaha di sektor budidaya ikan air tawar agar bisa menekan biaya produksi dan nilai jual supaya mampu menaikan margin keuntungan. Selain itu, produksi pakan mandiri memiliki lebih banyak keunggulan dalam hal kualitas di bandingkan pakan produksi pabrikan.

“Disinilah akhirnya kita mempelajari pakan mandiri dan pakan pabrik, kalau pakan pabrik kapasitas besar kalau pakan mandiri tergantung kemampuan pelaku. Alhamdulillah untuk perizinan kita sudah komplit dan siap bersaing dengan pelet pabrikan. Di bandingkan pakan pabrikan pun pakan mandiri lebih memiliki banyak keunggulan karena komposisi dan bahan baku berkualitas. Kadar protein yang di hasilkan lebih tinggi, mengutamakan bahan organik agar ikan yang di konsumsi masyarakat terhindar dari kadar kimia,” katanya.

Produk pakan mandiri “Jali Lele” telah menjadi produk unggulan lokal Kabupaten Demak. Produk pakan mandiri ini juga telah berhasil menembus pangsa pasar ikan skala kecil dan makin diminati para pembudidaya ikan air tawar baik di Kabupaten Demak ataupun ke luar daerah.

Lebih jauh, Jali berharap agar Pemerintah Kabupaten Demak dan Provinsi Jawa Tengah memberikan dorongan baik moral dan juga material sebagai bentuk apresiasi bagi pengusaha sektor produksi pakan ikan budidaya air tawar supaya mampu menggenjot produksi perikanan nasional.

“Saya harap Pemerintah Daerah lebih peduli , bukan hanya sekedar memberikan harapan tapi kalau di buat program justru bisa membuat pengusaha lebih produkti dan meningkatkan inovasi. Harapan yang diberikan Pemerintah supaya lekas di realisasikan agar pelaku usaha tidak hanya menanti kejelasan,” tandasnya

Disinggung soal nilai ekonomi, menurutnya penjualan pakan ikan mandiri produk olahannya per kilo di banderol dengan harga Rp 8 .000. Dari hasil penjualan itu, kelompok usaha mampu mendapat keuntungan bersih rata-rata Rp1.500 per kilogram.

Ke depannya Jali berharap para pembudidaya ikan air tawar mampu mencontoh gebrakan yang ia lakukan dan mendukung upaya Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam Gerakan Pakan Mandiri (Gerpari) sebagai langkah konkrit dalam menjamin ketersediaan pakan yang terjangkau bagi pembudidaya skala kecil. Menurutnya inisiatif yang dia lakukan berhasil memberikan dampak positif agar budidaya ikan nasional mampu bersaing hingga ke pasar mancanegara.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *