by

Ini Perjalanan Korps Baret Ungu

Jakarta: Senin 15 November 2021 merupakan peringatan hari jadi Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL) ke 76 tahun.

Korps Marinir Republik Indonesia atau disingkat dengan sebutan Kormar RI ini adalah sebuah unit Tentara Nasional Indonesia yang biasanya menyelenggarakan operasi amfibi, pertahanan pantai, pengamanan pulau terluar, pembinaan potensi maritim, serta pembina kekuatan dan kesiapan operasi satuan Marinir.

Dirangkum melalui berbagai sumber, Kormar RI sendiri memiliki kedudukan sebagai Komando Utama Operasi Tentara Nasional Indonesia dan Komando Utama Pembinaan pada Markas Besar TNI Angkatan Laut.

Korps ini memiliki latar belakang pasukan infanteri TNI AL. Berawal dari Corps Mariniers yang dibentuk pada Pangkalan IV ALRI Tegal, ada kisah menarik dalam lahirnya Korps Marinier ini.

Awalnya kormar RI dijadikan bagian dari TNI Angkatan Darat (AD) yang dibentuk sebagai pendidikan para pelaut Indonesia yang juga tergabung di ALRI, hal tersebut ditujukan agar bisa prajurit bisa bertempur di darat dalam keadaan darurat.

Pada saat itu, sebagian besar instruktur Corps Mariniers berasal dari lulusan sekolah pelayaran. Ada juga yang pernah mengenyam pendidikan tempur di darat, salah satunya Tatang Rusmaja, prajurit jebolan Pembela Tanah Air (Peta).

Pasukan ini lebih sering bertempur di pedalaman hutan dan kaki gunung, ketimbang di laut. Sehingga pasukan ini lebih dikenal ALRI Gunung. Pasukan ini belum termasuk Corps Mariniers karena keberadaannya saat itu hanya di Pangkalan IV ALRI di Tegal.

Seiring berjalannya waktu, di masa revolusi, tepatnya pada 17 Maret 1948 sempat terjadi Reorganisasi dan Rasionalisasi atau dikenal “Re-Ra”.

Corps Mariniers dari Pangkalan Tegal telah memiliki pengalaman tempur di darat, sehingga pemerintah memutuskan untuk memisahkannya dari TNI AL. Corps Mariniers kemudian dilebur ke dalam TNI AD Divisi Diponegoro dengan nama Resimen Samudera yang terbagi menjadi lima batalyon.

Sementara bagi yang ingin tetap bersama TNI AL diminta mengajukan surat permohonan kepada Menteri Pertahanan dan Panglima Besar Angkatan Perang Mobil.

Pada 9 Oktober 1948 terbit Surat Keputusan No. A/565/1948 dari Menteri Pertahanan yang menetapkan pembentukan Korps Komando di lingkungan TNI AL (KKO AL). Namun, rekrutmen personel baru terealisasi setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) 1949.

Saat itu personel KKO AL yang tercatat pada 1950, sebanyak 90 persen merupakan mantan Corps Mariniers Pangkalan IV Tegal sehingga Corps Mariniers yang dibentuk 15 November 1945 merupakan cikal bakal Korps Marinir TNI AL yang ada saat ini.

Sementara itu penggunaan kembali Korps Marinir, sebelumnya KKO AL merupakan sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Laut No Skep/1831/XI/1975 Tanggal 15 November 1975.

Pasukan ini menggunakan baret ungu. Pilihan warna baret tersebut memiliki sejarah, yaitu pada 1958 warna ungu dipakai oleh Korps Marinir (ketika masih bernama KKO-AL) berupa pita sebagai kode pengamanan untuk mengadakan operasi pendaratan di Padang, Sumatera Barat dalam rangka Operasi 17 Agustus.

Dalam perjalanannya, pasukan ini sering ikut berperan dalam setiap penyelesaian pergolakan bangsa. Perang Kemerdekaan, Operasi RMS, Operasi DI/TII, Operasi PRRI/Permesta, Operasi Dwikora, Operasi Seroja, Operasi G30S PKI, pengamanan Kepulauan Natuna dan Ambalat, Operasi Reformasi, Operasi Pengamanan Ambon, dan Operasi Rencong Sakti di Aceh.

Kemudian pernah diterjunkan dalam operasi pembebasan sandera oleh perompak Somalia. Bahkan, Korps Marinir juga aktif dalam Bakti TNI dan operasi bantu rakyat lainnya.

Selain itu, laman resmi Marinir juga menyebutkan, dalam rangka ikut serta menjaga ketertiban dunia, Korps Marinir terlibat aktif sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB sejak tahun 1960 sampai sekarang

Diketahui pula jika Markas Korps baret ungu ini terletak di Jalan Prajurit KKO Usman dan Harun, Kwitang, Jakarta Pusat. Dan terdiri dari tiga divisi, yaitu Pasukan Marinir 1 di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Pasukan Marinir 2 di Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur, dan Pasukan Marinir 3 di Klaurung, Sorong, Papua Barat.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *