ini 16 provinsi belum mengajukan UMP tahun 2021

5
(1)

ilustrasi

Jakarta: Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/ll/HK.04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 Pada Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) telah diterbitkan untuk menetapkan tidak ada kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun depan, 2021.

Tapi, dari total 34 provinsi di Indonesia, Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, hingga Selasa (27/10/2020), masih terdapat 16 provinsi belum menentukan UMP. Itu, termasuk Provinsi DKI Jakarta. Sedangkan, 18 provinsi lainnya, termasuk Jawa Barat sudah mulai melaporkan UMP kepada Kementerian Ketenagakerjaan.

16 provinsi belum mengajukan UMP tahun 2021 adalah;

1. DKI Jakarta,

2. Sumatera Barat,

3. Sumatera Selatan,

4. Riau,

5. Jambi,

6. Sumatera Utara,

7. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),

8. Jawa Tengah,

9. Jawa Timur,

10. Kalimantan Selatan,

11. Kalimantan Utara,

12. Sulawesi Selatan,

13. Sulawesi Utara,

14. Gorontalo,

15. Maluku, dan

16. Papua Barat.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mewajibkan seluruh kepala daerah menetapkan UMP 2021, dan paling lambat, Sabtu (31/10/2020).

Keputusan tidak menaikkan UMP 2021, kata Ida, didasari dengan kondisi perekonomian Tanah Air sangat terdampak pandemi COVID-19.

“Mungkin teman-teman juga sudah membaca, kami di situ, di surat edaran tersebut, kami menyampaikan latar belakang kenapa SE itu dikeluarkan. Tidak lain dan tidak bukan karena dilatarbelakangi dengan menurunnya kondisi perekonomian Indonesia, serta ketenagakerjaan pada masa pandemi COVID-19,” kata Ida di Jakarta, Rabu (28/10/2020).

Menurut dia, ketetapan itu dilakukan berdasarkan hasil forum diskusi triparti. Yaitu, antara pemerintah, pelaku usaha, dan serikat pekerja di Dewan Pengupahan Nasional (Depennas).

“Diskusi mendalam kami lakukan dalam waktu cukup lama. Penetapan ini adalah jalan tengah yang kita ambil hasil diskusi di Depenas,” kata Ida.

Respons Cepat

Meski masih terapat 16 provinsi belum merespons dan melaporkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan, respons cepat juga datang dari 18 provinsi. Itu, sekaligus mereka menyetujui SE Kementerian Ketenagakerjaan itu, tidak ada kenaikan UMP tahun 2021.

Berikut ini 18 provinsi setuju UMP naik, beserta besaran UMP;

1. Jawa Barat Rp 1.810.350,

2. Banten Rp 2.460.968,

3. Bali Rp 2.493.523,

4. Aceh Rp 3.165.030,

5. Lampung Rp 2.431.324,

6. Bengkulu Rp 2.213.604,

7. Kepulauan Riau Rp 3.005.383,

8. Bangka Belitung Rp 3.230.022,

9. Nusa Tenggara Barat Rp 2.183.883,

10. Nusa Tenggara Timur Rp 1.945.902,

11. Sulawesi Tengah Rp 2.303.710,

12. Sulawesi Tenggara Rp 2.552.014,

13. Sulawesi Barat Rp 2.571.328,

14. Maluku Utara Rp 2.721.530,

15. Kalimantan Barat Rp 2.399.698,

16. Kalimantan Timur Rp 2.981.378,

17. Kalimantan Tengah Rp 2.890.093; dan

18. Papua Rp 3.516.700.

Batas Waktu

Masih berdasarkan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/ll/HK.04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 Pada Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), para kepala daerah belum melapor UMP juga diberikan batas waktu.

Ke-16 kepala daerah di 16 provinsi tersebut diminta menetapkan UMP 2021 paling lambat, pada Sabtu (31/10/2020). Hal itu juga tertuang dalam bagian C dari SE Menaker berbunyi;

Mempertimbangkan kondisi perekonomian Indonesia pada masa pandemi COVID-19, dan perlunya pemulihan ekonomi nasional, diminta kepada Gubernur untuk:

1. Melakukan penyesuaian penetapan Upah Minimum Tahun 2021 sama dengan Upah Minimum Tahun 2020.

2. Melaksanakan penetapan Upah Minimum setelah Tahun 2021 sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

3. Menetapkan dan mengumumkan UMP Tahun 2021 pada tanggal 31 Oktober 2020.

“Sekali lagi, yang menetapkan upah minimum tersebut adalah para gubernur. Kami meminta (sesuai SE) dengan latar belakang dan beberapa landasan yuridis yang kami juga sebutkan di surat edaran tersebut. Ini menjadi penguat bagi para gubernur dalam mengambil kebijakan terkait dengan upah minimum tersebut. Jadi sekali lagi, ini yang akan menetapkan adalah para gubernur,” kata Ida di Jakarta, Rabu (28/10/2020).

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Jabodetabek Berpotensi Hujan Disertai Petir

Fri Oct 30 , 2020
5 (1) Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Jakarta Utara dan Pusat potensi hujan ringan Jumat (30/10/2020) pagi ini, sedangkan wilayah lainnya cerah berawan. Siang menjelang sore, hujan juga turun di Jakarta Selatan dan Timur dengan intensitas ringan serta Jakarta Barat dengan intensitas sedang, sementara wilayah lainnya […]