by

Inggris Ajak Rakyat Indonesia Sikapi Perubahan Iklim

Jakarta: Kurang dari sepekan Inggris akan menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) COP26 (Konferensi Perubahan Iklim PBB), yang berlangsung di Glasgow, Skotlandia.

Sebagai Presiden COP26, Inggris akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan KTT COP26 pada 31 Oktober – 12 November.

Indonesia merupakan salah satu negara peserta KTT, yang diharapkan Inggris dapat berperan dominan dalam menyikapi perubahan iklim.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins menyebut, kontribusi Indonesia untuk bisa berperan dalam dampak perubahan iklim perlu dilakukan hingga di tataran masyarakat.

“Saya pikir ada dua hal untuk masyarakat yang bertanya-tanya seperti apa mereka bisa terlibat,” ucap Jenkins dalam konferensi pers Kamis (28/10/2021) di Jakarta, yang diikuti RRI.co.id.

Menurut Jenkins, aksi nyata yang sederhana dalam mendukung mengatasi dampak perubahan iklim bisa dimulai dari lingkungan keluarga.

“Maksud saya pertama-tama adalah untuk menyadari atas betapa pentingnya peranan setiap orang tua, setiap anak maupun keluarga untuk terlibat dalam menyikapi perubahan iklim. Ini akan menjadi takdir bagi masa depan kita,” papar Jenkins.

“Dapat saya katakan kepada mereka banyak hal yang bisa dilakukan dan kita perlu melakukannya secara cepat. Tapi, kita juga tahu apa yang harus kita lakukan,” sambungnya.

Jenkins menambahkan, kesadaran setiap masyarakat Indonesia terkait perubahan iklim, dapat dilakukan dengan upaya menurunkan emisi karbon.

“Ada berbagai hal yang bisa kita lakukan sebagai individu seperti dengan lebih efisien dengan membuat transisi kita sendiri untuk menurunkan emisi karbon dalam kehidupan sehari-hari. Serta, terlibat secara politik untuk memastikan adanya harapan dari keterlibatan dalam transisi tersebut,” terang Jenkins.

Sekretaris Pertama yang juga mengurusi Perubahan Iklim dan Kebijakan Rendah Karbon Kedubes Inggris Helen Faulkner memaparkan, dalam presidensinya di COP26, Pemerintah Inggris mengedepankan tiga pilar guna mencapai berbagai target dalam mengatasi perubahan iklim diantaranya menuju komitmen mencapai nol bersih pada 2050 dan 2030 sebagai kontribusi nasional.

“Jadi, ketiga pilar ini diantaranya negosiasi, diplomasi dengan pemerintah, serta aksi, adalah hal-hal yang akan anda saksikan dalam COP26 dibawah peranan Inggris,” ungkap Helen Faulkner.

Inggris telah meluncurkan program acara Kepresidenannya untuk KTT COP26 di Glasgow, Skotlandia, pada 31 Oktober – 12 November.

Setidaknya, hampir 50 program akan diselenggarakan, yang dimulai dengan KTT Pemimpin Dunia pada 1 – 2 November oleh tuan rumah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

Lebih dari 120 pemimpin telah mengkonfirmasikan akan hadir termasuk Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Melalui presidensinya di COP26 Inggris ingin memastikan komitmen mempertahankan tujuan penting dari Perjanjian Paris, guna membatasi kenaikan suhu global di bawah 2⁰C, dan sebisa mungkin mendekati 1,5⁰C.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *