Industri Fesyen Menggeliat Lagi, Cottonology Serap 5% Tenaga Kerja Lokal

5
(5)

HarianNasional.com, Bandung- Meskipun wabah Covid 19 belum berakhir dan belum terlihat tren penurunannya, namun era kenormalan baru yang sedang digaungkan oleh pemerintah pusat dan daerah memberikan sinyal positif kepada pelaku usaha kecil menengah di Indonesia. Salah satu industri yang perlahan mulai menggeliat adalah fesyen yang memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi sektor riil tanah air.

Menurut pendiri dan CEO produsen fesyen pria Cottonology, Carolin Danella Laksono, saat ini tren industri busana tidak lagi mengarah pada busana pesta dan formil, namun lebih kepada busana rumahan yang lebih kasual. Selama pandemi ini, kegiatan-kegiatan yang menuntut penampilan terbaik di depan publik nyaris mendekati angka nol dikarenakan adanya pembatasan sosial. Dampaknya, masyarakat saat ini lebih memilih untuk membeli busana santai untuk digunakan di rumah.

“Saat ini kan kita lebih banyak work from home, pesta pernikahan pun juga tidak ada atau sangat minim diadakan. Dampaknya, industri fesyen mulai melirik untuk memproduksi busana yang bisa digunakan di rumah dibandingkan produksi busana mewah. Ini yang kami lihat sebagai peluang baru,” tuturnya saat ditemui di Bandung (22/8).

Sejauh ini, tambah lulusan University of California, Berkeley ini, Cottonology memang fokus ke produksi busana kasual dibanding formal. Saat wabah covid 19 melanda Indonesia dan terjadi pembatasan, produk-produknya justru terjadi peningkatan dari sisi penjualan dibandingkan masa sebelumnya.

“Kemarin celana boxer kita menjadi salah satu produk terlaris di masa pandemi. Sekarang, kemeja yang kami produksi juga mulai agresif pertumbuhan angkat penjualannya. Kami merilis 20 model kemeja selama masa wabah ini.”

Menurutnya, meski produknya lebih banyak dipakai di acara santai atau rumah, namun kualitas yang ditawarkan tetap diutamakan. Teknologi yang dipakai Cottonology untuk produksi kemeja menggunakan mesin khusus yang bisa membuat anyaman dengan teknik dobby.Teknik ini diakui Carolina merupakan teknik yang cukup rumit.

“Ini bukan cetak, namun murni anyaman. Dibutuhkan keahlian khusus untuk membuat motif dobby ini, mulai dari hitungan warna, corak dan pola. Harus sangat detil sekali,” ungkapnya.

Sebagai produsen khusus busana pria, Cottonology fokus pada motif-motif yang unik dan sulit untuk dibuat. Misalnya teknik tenun kulit jeruk yang membutuhkan benang lebih banyak sehingga lebih tebal seperti jeruk. Lalu ada pula tenun Twid yang motifnya tiga dimensi karena menggunakan anyaman benang besar. Menurutnya, segmen pria sangat menyukai model seperti ini.

“Lebih mencolok dan timbul. Kita pun juga menggunakan teknik Oxford Hella yang biasanya disukai pria-pria kantoran.”

Bertambahnya permintaan kemeja di masa seperti sekarang ini menuntut perusahaan untuk menambah jumlah tenaga kerja di bagian produksi. Sebagai UKM yang berada di lingkungan masyarakat, Carolina pun menyadari bahwa eksistensi Cottonology tidak terlepas dari dukungan masyarakat di sekitarnya.

“Kami selalu memberdayakan penduduk di sekitar untuk menjadi bagian dari produksi. Mengapa demikian, karena kami berprinsip keberadaan Cottonology harus memberikan sumbangsih ekonomi mikro di lingkungan. Saat ini pun kami menambah jumlah tenaga kerja sebesar 5 persen dibanding sebelum covid karena tuntutan pasar untuk terus memproduksi kemeja. Bagi kami, di masa sulit ini, masih bisa membuka peluang kerja kepada masyarakat sudah sangat kami syukuri,” tuturnya.

Cottonology merupakan bagian dari PT GM Textile, perusahaan yang telah eksis di Indonesia lebih dari 60 tahun dengan fokus pada produksi kain tenun. Cottonology berhasil masuk top selling ranked di platform e-dagang Indonesia seperti Shopee, Lazada, BliBli, Tokopedia dan BukaLapak. Saat ini Cottonology telah menjual lebih dari 400 ribu item pakaian pria di seluruh Indonesia. Dalam proses produksi, UKM ini melibatkan penjahit lokal di sekitar Bandung yang terdiri dari perajin rumahan, individu, atau lepasan.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 5

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Ricard Terpilih Secara Aklamasi Pada Musda X Partai Golkar Jakbar

Sun Aug 23 , 2020
5 (5)   DPD Partai Golongan Karya kota Jakarta Barat menggelar musyawarah daerah X untuk memilih pemimpin baru, di Hotel Grand Tjokro, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Minggu (23/8/2020). Musda X Partai Golkar tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua DPD DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar dengan semangat dengan yel yel Golkar, […]