Iming-iming Pekerjaan Bagus, Ratusan Gadis Muda Dipaksa Berhubungan Seks

0
(0)

Dhaka – Polisi Bangladesh menangkap tiga pria yang terlibat dalam penyaluran ratusan gadis muda asal Bangladesh ke Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), dan dipaksa menjadi pekerja seks komersil, Senin (13/7).

Polisi Bangladesh, mengatakan bahwa ratusan gadis berusia 18 hingga 25 tahun dibawa ke Dubai dengan dijanjikan bekerja sebagai pembantu rumah tangga atau pun penari. Namun, di sana mereka dipaksa menjadi pekerja seks.

Ratusan korban tergiur janji akan mendapat gaji sebulan yang dibayar di muka, dan diberi tahu bahwa mereka akan bekerja sebagai pembantu rumah tangga atau pun penari. Tetapi ketika mereka sampai di Dubai, banyak yang dipaksa berhubungan seks demi uang dan dipukuli jika mereka menolak.

Dari tiga pria yang ditangkap, satu di antaranya diduga sebagai pemimpin kelompok sex trafficking tersebut. Dia bersembunyi di Bangladesh sejak dideportasi dari Dubai awal tahun ini.

Menurut polisi, pria tersebut ditangkap atas tuduhan perdagangan manusia ketika mencoba meninggalkan negara itu awal bulan ini. Sementara kedua pria lainnya yang ditangkap bertugas sebagai perantara. Polisi masih memburu para tersangka lain.

“Kami menangkap pemimpin sindikat ini. Tetapi ada anggota lain yang melanjutkan bisnis ini. Kami akan menangkap mereka sesegera mungkin. Hanya 20 persen dari pekerjaan yang dibatalkan,” kata Imtiaz Ahmed, Wakil Inspektur Jenderal Departemen Investigasi Kriminal Kepolisian Bangladesh, Selasa (14/7).

“Gadis-gadis yang mereka targetkan berusia antara 18 hingga 25 tahun. Beberapa dari mereka adalah pekerja garmen, beberapa sedang mencari pekerjaan. Para pedagang manusia ini bekerja setidaknya selama delapan tahun dan kami memperkirakan mereka mengirim ratusan perempuan,” tambahnya.

Bangladesh meningkatkan upaya melawan praktik perdagangan manusia setelah 24 warganya terbunuh di Libya pada Mei. Bulan lalu setidaknya 50 orang ditangkap dalam satu operasi. Bangladesh juga memotong birokrasi untuk membawa pulang gadis-gadis yang diperdagangkan ke India.

Tetapi para ahli memperingatkan bahwa negara tersebut perlu memperketat tingkat hukuman pelaku perdagangan manusia jika ingin mengekang kejahatan tersebut. Lebih dari 4.000 kasus perdagangan manusia masih menunggu penyelidikan atau pun penuntutan pada akhir tahun lalu.

“Karena investigasi yang buruk dan kurangnya bukti, banyak dari mereka yang ditangkap tidak dihukum berdasarkan hukum,” kata Shakirul Islam, kepala kelompok pembela hak-hak migran Ovibashi Karmi Unnayan Program. “Perlu ada lebih banyak contoh pelaku perdagangan manusia yang dihukum berat.”

Dilansir dari laman thedailystar.net, setidaknya enam orang Bangladesh dipenjara di Dubai tahun lalu karena memperdagangkan perempuan, termasuk anak di bawah umur. (Msh)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Akankah Gubernur Anies Terapkan Kebijakan ‘Rem Darurat’?

Wed Jul 15 , 2020
0 (0) Jakarta – Kasus Covid-19 di DKI Jakarta kembali melonjak pada beberapa waktu belakangan yang ditenggarai sebagai dampak dari penerapan masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menuju era New Normal. Pekan lalu, DKI Jakarta mencatat tiga kali penambahan kasus baru harian tertinggi yakni pada 8 Juli sebanyak 344 […]