by

Ilmuwan Belanda Melatih Lebah Mendeteksi Virus Covid-19

Jakarta–Krisis pandemi yang melanda dunia saat ini membuka banyak peluang dan kemungkinan baru dalam dunia penelitian di laboratorium sains. Baru-baru ini, sekelompok ilmuwan Belanda mengharapkan hasil dari kelompok ‘relawan’ unik untuk membantu umat manusia menghadapi Covid-19, yaitu dengan melatih lebah untuk mendeteksi virus corona melalui uji cepat, seperti bahan untuk tes polymerase chain reaction (PCR).

Peneliti teknologi serangga yang baru-baru ini memulai InsectSense bekerja sama dengan Universitas Wageningen di Belanda, mengumumkan bahwa mereka telah melatih lebih dari 150 lebah untuk mengidentifikasi sampel yang mengandung virus Covid-19 berdasarkan bau. Dalam percobaan, kelompok lebah diberi larutan air gula setiap kali bersentuhan dengan sampel yang terinfeksi.

Karena kepekaan lebah terhadap bau, serangga khusus dapat dilatih hanya dalam beberapa menit untuk mendeteksi zat yang mudah menguap dan bau, kemudian mengaitkan larutan dengan sampel positif. Para ilmuwan mencatat bahwa latihan tersebut menunjukkan hasil yang sangat positif.

Menurut siaran persnya, InsectSense telah mengembangkan mesin prototipe yang dapat melatih lebah untuk mendeteksi virus, dan diharapkan dapat digunakan di negara-negara berpenghasilan rendah.

“Tidak semua laboratorium memiliki keahlian, terutama di negara berpenghasilan rendah,” kata Wim van der Poel, profesor di Universitas Wageningen, kepada The Washington Post. “Lebah bisa ditemukan dimana-mana, dan penanganannya juga tidak terlalu rumit,” imbuhnya.

Meski hasil penelitiannya belum dipublikasikan dalam jurnal, Van der Poel yakin skrining Covid-19 yang digunakan bisa mencapai tingkat akurasi sekitar 95 persen dengan menggunakan beberapa ekor per sampel. Penelitian terhadap lebah dilakukan setelah beberapa agensi merekrut anjing untuk membantu tes skrining Covid-19, termasuk NASCAR.

Seorang pelatih dari Thailand yang memimpin salah satu program perekrutan anjing menginformasikan bahwa hewan tersebut dapat melakukan deteksi dengan akurasi 95 persen dalam rentang enam bulan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *