Ikut Politik Praktis, 11 ASN Dijatuhi Sanksi

0
(0)

Dompu: 11 aparatur sipil negara (ASN), terjaring Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), melibatkan diri dalam politik praktis. 11 ASN itu terjaring saat turut mengantarkan Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Dompu, Nusa Tenggara Barat ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Dompu, 4-6 September 2020 lalu.

Koordinator Divisi Hukum, Pengawasan dan Penyelesaian Sengketa, Bawaslu Dompu, Swastari Haz mengatakan, sebelas ASN ini tersebar di semua Bapaslon. Surat Panggilan klarifikasi kepada Sebelas ASN ini, sudah dilayang Bawaslu dan di jadwalkan bertahap dari tanggal 9 hingga 11 September.

“Hari ini, kita panggil untuk klarifikasi sebanyak 6 ASN, sisanya menyusul,” kata Swastari, Rabu (9/9/2020).

Swastari menyatakan, 11 ASN ini secara sah dan meyakinkan, dari bukti-bukti temuan Bawaslu, terlibat aktif dalam mendukung Bapaslon, akan direkomendasikan ke Komisi ASN untuk dijatuhi hukuman.

Swastari merinci, 11 ASN ini terdiri dari dua pejabat eselon tiga, satu adminsitrator di salah satu Dinas, satu camat dan tiga staf. Enam ASN ini terlibat aktif dan hadir dalam pendaftaran Bapaslon Hj Eri Ariani – H Ihtiar Yusuf- Era HI.

Tidak hanya Bapaslon ini, Bawaslu juga menemukan satu ASN pada Bapaslon Abdul Kader Jaelani – H Syahrul Parsan (AKJ-Syah). Bahkan ASN ini, selain hadir dan meneriakan yel-yel Bapaslon ini, juga tertangkap menggunakan atribut kebesaran Bapaslon ini.

“Pada Bapaslon H Syaifurrahman Salman-Ika Rizky Veryani (Suka), kami juga menemukan dua ASN turut mengantar. Meski tidak terlihat aktif, namun dua ASN guru ini, masuk dalam rombongan masa pendukung Bapaslon,” tambahnya.

Sementara itu, data dari Kepolisian, Kabupaten Dompu, masuk dalam daftar lima besar kerawanan pemilu secara nasional.

Kapolres Dompu, AKBP Syarif Hidayat menegaskan, selain berkaca pada persoalan pemilu-pemilu sebelumnya, indikator masuknya Dompu dalam lima besar nasional kerawan pemilu, adalah netralitas ASN.

Bahkan netralitas ASN ini, menduduki uratan pertama indikator penetapan ini, sementara gaduhnya media sosial pada urutan kedua.

“Termasuk ada salah satu pernyataan pendukung Bapaslon yang akan membakar Gedung KPU. Itu kan provokatif dan bisa menimbulkan gesekan,” tukasnya.

Syarif berharap, semua Baapslon untuk bisa menjaga stabilitas daerah, dengan tidak melibatkan ASN dan menghindari saling serang melalui media sosial.

Kapolres mengapresiasi proses tahapan awal Pilkada Dompu, yakni pendaftaran Bapaslon berjalan damai. Dari informasi yang didapat Intelejennya, selama proses pendaftaran, tidak ditemukan adanya gesekan antar pendukung Bapaslon. Syarif berharap, kondisi ini terjaga hingga pelaksanaan pesta demokarsi lima tahunan ini, usai.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Covid-19, Kenapa Pembangunan Ibu Kota Baru Dilanjutkan?

Wed Sep 9 , 2020
0 (0) Jakarta: Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati menyoroti, salah satu kegiatan strategis Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas tahun 2021, yakni koordinasi pemindahan Ibu Kota Negara (IKN). Dia pun mempertanyakan, Bappenas terkait dengan pemindahan Ibu Kota Negara, yang sebenarnya telah dihentikan di tahun 2020 akibat adanya wabah Covid-19. “Padahal, […]