IDI Tolak Relaksasi PSBB, Pemerintah Tidak Berubah-Ubah Dalam Membuat Kebijakan

0
(0)

Jakarta – Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menolak wacana Menko Polhukam, Mahfud MD, tentang relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). IDI khawatir relaksasi PSBB justru membuat penyebaran Covid-19 tidak terbendung.

Ketua PB IDI, Daeng M Faqih, menilai PSBB cukup efektif meredam penyebaran Covid-19 di Tanah Air. Dia mencontohkan kasus Covid-19 di DKI Jakarta yang cenderung menurun beberapa hari terakhir sejak PSBB diberlakukan.

“Padahal PSBB di DKI tidak terlalu ketat seperti yang kita harapkan bersama. Jadi, PSBB ini efektif (meredam Covid-19) dari pelajaran DKI dan beberapa daerah yang sudah PSBB,” kata Daeng di Jakarta, Senin (4/5).

Maka itu, dia meminta pemerintah tidak berubah-ubah dalam membuat kebijakan. Daripada berfikir relaksasi PSBB, lebih baik pemerintah mengevaluasi pelaksanaan aturan di lapangan terhadap sektor-sektor yang dikecualikan boleh beroperasi di tengah PSBB.

“Mungkin perlu evaluasi dulu sektor-sektor yang sudab dispensasi itu sudah berjalan baik atau tidak. Itu penting,” ucap dia.

Mahfud MD sebelum menyampaikan perihal niat pemerintah melonggarkan PSBB. Itu untuk merespon keluhan masyarakat yang tidak bisa melakukan aktivitas dengan bebas saat PSBB.

Pelanggaran PSBB itu seperti mengizinkan rumah makan untuk buka dengan protokol kesehatan. Bagi Mahfud, imunitas masyarakat bisa menurun jika masyarakat merasa stress karena dikekang dengan aturan PSBB.

“Kita tahu ada keluhan ini sulit keluar, sulit berbelanja, dan sebagainya, sulit mencari nafkah dan sebagainya. Kita sudah memikirkan apa yang disebut relaksasi PSBB,” kata Mahfud melalui laman Instagram.(II/EP)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Bupati Bogor: KRL Penyebab Penularan Covid-19, Korban Rata-Rata dari Penumpang

Tue May 5 , 2020
0 (0) Cibinong – Tiga pengguna kereta rel listrik (KRL) dinyatakan positif Covid-19 setelah dites swab PCR oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Tiga pengguna KRL tersebut merupakan orang tanpa gejala (OTG) virus corona. Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, penyebab maraknya positif Covid-19 karena KRL masih beroperasi. Karna itu, dia meminta […]