by

Hotel dan Restauran Mulai Beroperasi, Prokes Ketat

Jakarta: Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menyatakan siap untuk melakukan adaptasi prokes dan teknologi untuk membuka kembali sektor pariwisata.

Menurut catatan PHRI, Hariyadi menyebut terdapat 10.131 unit usaha (outlet) baik hotel maupun restoran yang sudah menerapkan QR code di pintu-pintu masuk sebagai syarat penerapan protokol kesehatan (prokes).

“Jadi kami (PHRI) totalnya tiga kali melakukan revisi untuk prokes yang disesuaikan oleh Kemenkes (Kementerian Kesehatan) berikutnya Kemenparekraf ( Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) yang kemudian disebut CHSE. Jadi kami sudah siap,” kaya Hariyadi dalam keterangan pers virtual, seperti dikutip RRI.co.id, Rabu (29/9/2021).

Untuk diketahui, sertifikasi Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) merupakan salah satu strategi pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di Indonesia, tepatnya kepada para pelaku yang terkena imbas COVID-19.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, standar protokol kesehatan yang terangkum dalam CHSE nantinya akan terintegasi ke Aplikasi PeduliLindungi.

“CHSE sebagai protokol untuk mengembalikan kepercayaan dan keyakinan wisatawan,” ujar Sandiaga dalam Weekly Press Briefing secara virtual Senin (27/9/30).

Hariyadi mengungkapkan, sampai saat ini tidak ada kasus klaster dalam industri periwisata baik restauran maupun hotel.

“Nah ini yang kita jaga terus supaya tidak terjadi,” tandasnya.

Sementara dari segi kesiapan, Hariyadi menegaskan pihaknya telah siap untuk membuka kembali sektor pariwisata.

Ia menyebut dari sisi pelayanan hingga ke pelaku industri semua sudah melakukan vaksinasi secara lengkap.

“Dari sisi prokes juga sudah siap dari tahun lalu. Problemnya adalah bagaimana level PPKM ini bisa segera turun,” jelasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *