Friday, May 7

Hasil Survei: Elektabilitas Partai Demokrat Naik Signifikan

Jakarta – Hasil survei Indonesia Elections and Strategic (IndEX) Research menunjukkan elektabilitas Partai Demokrat melejit naik, sementara PDIP mengalami penurunan. Meski begitu, hasil survei PDIP masih tertiggi di antara semua parpol.

Tren kenaikan elektabilitas partai dialami juga Partai Keadilan Sejahtara (PKS). Sementara Partai Gerindra dan Partai Golkar mengalami nasib sama dengan PDIP dengan terjadinya tren penurunan. Demokrat yang semula berada di kisaran 3 persen pada Mei hingga November 2020, mengalami kenaikan signifikan menjadi 7,1 persen. PKS dari kisaran 5 persen pada survei sebelumnya, kini naik lagi menjadi 6,2 persen.

“Demokrat, PKS, dan PSI mendulang dukungan di tengah turunnya elektabilitas partai-partai politik,” kata peneliti IndEX Research Hendri Kurniawan dalam siaran persnya, di Jakarta, Jumat (12/3).

Kenaikan hasil survei Demokrat dan PKS diduga karena keduanya mengambil posisi di luar pemerintahan. Keduanya pun bisa menjadi ancaman bagi partai-partai pendukung pemerintah jika tidak terjadi perubahan strategi untuk memikat para pemilih.

“Di kubu oposisi, Demokrat dan PKS mengancam posisi partai-partai utama pemerintah,” jelas Hendri.

Aksi kubu Moeldoko yang berasal dari lingkaran istana di Kantor Staf Presiden (KSP) dengan menggelar kongres luar biasa (KLB) di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), ditengarai untuk menjinakkan oposisi. Namun, faktanya, justru mmenjadi pemicu naiknya survei partai pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tersebut.

Partai Demokrat dinilai bisa mencuri momentum sebagaimana PDIP yang menjadi oposisi dalam dua periode sebelumnya dan kemudian memenangkan pemilu. Faktor AHY dinilai tetap menjadi sosok penting di balik Partai Demokrat yang tepat untuk melejitkan elektabilitas Partai Demokrat.

“Dengan faktor utama AHY, Demokrat menuai kenaikan elektabilitas, sehingga tampaknya kubu pemerintah memandang serius posisi Demokrat,” kata Hendri.

Sementara parpol papan tengah lainnya, adalah PKB (5,4 persen), NasDem (3,6 persen), PPP (2,0 persen), dan PAN (1,1 persen). Geliat parpol baru memunculkan Partai Ummat yang menyodok dengan elektabilitas 1,3 persen.

Di papan bawah, ada Hanura (0,6 persen), Perindo (0,5 persen), Berkarya (0,3 persen), dan parpol baru Gelora (0,3 persen). Lainnya yaitu PBB, PKPI, Garuda, dan parpol baru Masyumi belum mendapatkan dukungan. Sisanya menyatakan tidak tahu/tidak menjawab (21,8 persen).

Adapun elektabilitas PDIP mengalami fluktuasi yang cukup dinamis dari hasil survei di kisaran 28-33 persen pada Mei hingga November 2020, turun menjadi 24,7 persen pada survei Maret 2021. Tren penurunan ini diikuti Gerindra dan Partai Golkar.

Meski begitu, tingginya elektabilitas PDIP, tidak bisa dilepaskan dari posisinya sebagai parpol yang memimpin koalisi pemerintah, dan keberhasilan PDIP memenangkan dua pemilu berturut-turut. Sementara Gerindra dari kisaran 14 persen dari survei sebelumnya kini turun menjadi 12,3 persen. Partai Golkar dari 9 persen, kini tinggal 7,8 persen.

Survei IndEX Research dilakukan pada 25 Februari-5 Maret 2021 terhadap 1200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia, dilakukan melalui telepon kepada responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2018. Margin of error ±2,9 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. (Aza/Ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *