Hanura Mulai ‘Dihantui’ Makelar Mahar Politik

Jakarta – DPP Partai Hanura menegaskan menolak mahar politik dari calon yang diusung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Praktik politik transaksional itu dilaporkan mulai menghantui atau berupaya mempengaruhi petinggi Hanura melalui oknum bertindak seperti makelar penghubung.

“Kami melarang pertemuan di luar kantor DPP untuk membahas calon Pilkada. Kami pantau ada yang mulai berupaya memainkan mahar politik, tapi terus kami halau,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Hanura Benny Rhamdani dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (11/6/2024).

Karena itu, Benny mengingatkan, waspada. terhadap pihak yang mengeklaim dapat membuka jalur mendapatkan tiket pencalonan Pilkada. “Jangan percaya pada orang-orang yang mengaku dekat dengan Ketua Umum Hanura dan dapat memberikan restu maju Pilkada,” katanya.

Sementara itu, Benny menjelaskan, kriteria calon kepala daerah dikedepankan Hanura adalah memiliki komitmen memajukan dan menyejaterahkan rakyat. Komitmen itu, lanjutnya, jauh lebih penting ketimbang menargetkan kemenangan Pilkada semata.

“Soal elektabilitas juga penting tapi bukan hal yang pertama. Kami mempersilakan para calon untuk melakukan survei sendiri soal elektabilitas dan popularitasnya,” ujarnya.

Ketua Tim Penjaringan, Penetapan, dan Pemenangan Pasangan (TPPP) Hanura Irjen Pol (Purn) Syahrizal Ahiar juga menegaskan antimahar politik. Diakui, ada pihak berperan sebagai makelar mahar tersebut.

“Saya ini mantan penyidik Polri jadi geli (risih) melihat oknum-oknum makelar mahar ini. Terkadang mereka sengaja melintas di depan ruangan kami tanpa malu,” ucapnya.

Selanjutnya Silakan Baca Berita Kami Di GoogleNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *