by

Hampir Mencapai 2.000 Kasus, DBD di Kota Bekasi

Bekasi: Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bekasi dari Januari hingga akhir Juli 2022 mencapai 1.851 kasus. Dengan 11 orang meninggal dunia.

Dinas Kesehatan Kota Bekasi mencatat, kasus tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kota Bekasi.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Nia Aminah Kurniati menyebut, terdapat lima kecamatan dengan angka kasus tertinggi. Kecamatan itu yakni Bekasi Utara, Bekasi Timur, Bekasi Barat, Mustikajaya, dan Bekasi Selatan.

“Memang harus kita antisipasi. Terutama kita harus menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masyarakat dan lingkungan,” kata Nia kepada RRI.co.id saat ditemui di kantornya, Kamis (28/7/2022).

Menurut Nia, nyamuk rentan berkembang biak pada wadah-wadah yang menampung air. Sehingga, pihaknya mengajak masyarakat melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus.

“3M berarti menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, dan menyingkirkan atau mendaur ulang barang bekas. Plus-nya menjadi juru pemantau jentik (jumantik) mandiri di rumah masing-masing,” papar Nia.

Pihak Puskesmas ikut mengupayakan pencegahan DBD, yakni dengan pemberian larvasida seperti Abate untuk mencegah jentik nyamuk. Dinkes Kota Bekasi juga melakukan fogging, penyuluhan dalam dan luar gedung.

Selain itu juga pemberdayaan kader P2P (Pencegahan, dan Penganggulangan Penyakit), hingga pemberian insektisida.

“Selanjutnya ada kegiatan pemantauan jentik pada tahun 2022. Kita langsung kunjungan ke rumah-rumah warga pasien DBD,” sebutnya.

“Kita lihat airnya ada jentik tidak. Dan kalau tidak dikuras, telur masih ada jentik. Ini yang perlu kita edukasi ke masyarakat,” sambungnya.

Menurutnya, gejala DBD yang umum terdiri dari tiga fase. Fase demam meliputi demam tinggi 40 derajat, nyeri seluruh tubuh, sakit kepala, mual muntah.

Fase bahaya (kritis), yakni menurunnya suhu tubuh, muntah, mimisan, nyeri perut. Sedangkan fase penyembuhan di saat tubuh kembali demam, namun trombosit berangsur normal.

Mengingat resiko penyakit yang cukup berbahaya, Nia berharap masyarakat melakukan upaya pencegahan di rumah dan lingkungan masing-masing.

“Saya berharap, kasus ini segera turun dan normal kembali. Masyarakat harus tetap menjaga kebersihan dan kesehatan, serta waspada terhadap kasus DBD,” pungkasnya.