Hakim Sidang Djoko Tjandra Pernah Diperiksa KPK

5
(1)

Ilustrasi : KPK

Jakarta: Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Muhammad Damis, akan memimpin langsung sidang perdana Djoko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra, terpidana kasus cessie Bank Bali, pada 2 November 2020 mendatang.

Selain kasus cessie Bank Bali belum selesai, DjokTjan juga saat ini sudah menjadi tersangka surat ijin palsu yang melibatkan beberapa jenderal polisi.

Menariknya, sosok hakim Muhammad Damis, yang akan memimpin sidang perdana Djoko Tjandra, ternyata pernah diperiksa terkait kasus dugaan suap Rp30 juta, perkara perdata, saat dirinya menjadi Ketua Pengadilan Negeri Tangerang pada tahun 2018.

“Untuk terdakwa Joko Soegiarto Tjandra, Tommy Sumardi, Brigjen Pol. Prasetijo Utomo, dan Irjen Pol. Napoleon Bonaparte masing-masing berkas tersendiri dipimpin oleh ketua majelis Muhammad Damis dengan anggota Saefuddin Zuhri dan Joko Subagyo dengan jaksa penuntut umum Wartono,” kata Humas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Bambang Nurcahyono di Jakarta, Sabtu (24/10/2020).

Damis sedianya diperiksa KPK (sebagai saksi) terkait kasus suap yang melibatkan anak buahnya, hakim Wahyu Widya Nurfitri.

BACA JUGA: Sidang Perdana Skandal Djoko Tjandra, Ini Hakimnya

Selain Djoko Tjandra, Muhammda Damis juga akan menyidangkan empat tersangka lainya secara bersamaan dalam kasus korupsi dan pemufakatan jahat.

Empat orang ini Andi Irfan Jaya, Tommy Sumardy, Napoleon Bonaparte, dan mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Kakorwas) Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Prasetijo Utomo.

Mengenai kasus Damis di KPK pada 2018 silam, penyidik lembaga Antirasuah tersebut memanggil Muhammad Damis, untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi tersangka Wahyu Widya Nurfitri.

Dia dipanggil untuk menjalani pemeriksaan bersama saksi lainnya, yakni Hakim PN Tangerang Yuferry F. Rangka dan seorang advokat bernama Yusuf Supendi Hasyim

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan empat orang tersangka, yakni Hakim PN Tangerang, Wahyu Widya Nurfitri; Panitera Pengganti (PP) PN Tangerang, Tuti Atikah, serta dua orang advokat atau pengacara yakni Agus Wiratno dan HM Saipudin.

Penetapan status keempatnya setelah mereka terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di PN Tangerang, Banten, dan Jakarta.

Dalam OTT ini KPK menangkap tujuh orang dan menyita uang suap Rp22.5 juta.

Uang sejumlah Rp22.5 juta yang diamankan itu merupakan bagian dari suap sejumlah Rp30 juta yang diberikan dua orang advokat atau pengcara yakni Agus Wiratno dan HM Saipudin untuk Hakim Wahyu Widya Nurfitri dan dan PP Tuti Atikah.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Banjir Bekasi, Villa Jatirasa Nyaris Dua Meter

Sun Oct 25 , 2020
5 (1) Jakarta: Banjir merendam sejumlah wilayah di Bekasi, sejak Minggu dini hari (25/10/2020). Beberapa perumahan terendah, tertinggi di Villa Jatirasa yang mencapai ketinggian 190 centimeter. “Yang paling tinggi di Villa Jatirasa, ketinggian 190 sentimeter,” kata Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi Hendra dilansir ANTARA, […]