by

Habib Rizieq, Langsung Menuju Petamburan

Jakarta – Habib Rizieq Shihab (HRS) resmi telah bebas dari tahanan hari ini. Pembebasan HRS ini setelah Dia dinyatakan layak mendapatkan pembebasan bersyarat hari ini.

Habib Rizieq bebas setelah menjalani masa pemidanaan sejak 12 Desember 2020.

“Yang bersangkutan mendapatkan pembebasan bersyarat pada 20 Juli 2022,” ujar Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham, Rika Aprianti kepada sejumlah media, Selasa (20/7).

Rika melanjutkan, masa percobaan bebas bersyarat Habib Rizieq sampai per 10 Juni 2024. Habib Rizieq juga telah keluar dari tahanan pada pagi tadi sekitar pukul 06.45 WIB.

“Sudah (keluar tahanan) jam 06.45 WIB pagi ini,” kata Rika.

Kabar bebasnya HRS juga disampaikan oleh pengacaranya Aziz Yanuar. Menurutnya, Habib Rizieq akan langsung menuju ke rumahnya di kawasan Petamburan, Jakarta Barat.

“Iya kumpul dengan keluarga,” kata Aziz Yanuar.

Diketahui Habib Rizieq Shihab dinyatakan bebas bersyarat oleh Kemenkumham. Masa percobaan bebas bersyarat Habib Rizieq sampai 10 Juni 2024

“Habis masa percobaan: 10 Juni 2024,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham Rika Aprianti dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/7).

HRS mendapatkan pembebasan bersyarat pada 20 Juli 2022 setelah menjalani masa penahanan sejak 12 Desember 2020, sedangkan ekspirasi pada 10 Juni 2023.

“Bahwa yang bersangkutan telah memenuhi syarat administratif dan substantif untuk mendapatkan hak remisi dan integrasi sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor 7 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 3 Tahun 2018 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 117),” kata Rika Aprianti.

Habib Rizieq Shihab menjalani hukuman atas beberapa putusan pengadilan. Yakni, Tindak Pidana I (Kekarantinaan Kesehatan) diputus pidana penjara selama 8 (delapan) bulan. Tindak Pidana II (Kekarantinaan Kesehatan) diputus pidana denda Rp 20.000.000,- (Dua Puluh Juta Rupiah), subsider 5 (lima) bulan kurungan (denda sudah dibayar).

Juga, Tindak Pidana III (berita bohong) diputus pidana penjara selama 2 (dua) tahun.(Nto)