Gubernur Khofifah minta prokes ketat saat coblosan

0
(0)

surabaya – Memasuki hari tenang Pilkada Serentak mulai 6-8 Desember 2020, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berpesan agar semua pihak tetap menjaga suasana aman, damai dan kondusif.

Saling menghargai perbedaan pilihan serta pastikan menggunakan hak pilih. Tak hanya itu, kewajiban menjaga protokol kesehatan (Prokes) COVID-19 saat Pilkada nanti juga harus dilakukan dengan ketat. Khususnya saat pencoblosan dan penghitungan suara.

Orang nomor satu di Jatim ini berpesan pula kepada penyelenggara Pilkada untuk memastikan dan menjamin protokol kesehatan agar pilkada berjalan aman serta kondusif , utamanya soal pencegahan penyebaran COVID-19.

Permintaan itu disampaikan untuk memastikan agar masyarakat tidak takut ketika menggunakan hak suaranya.

“Penyelenggara Pilkada mulai KPU dan Bawaslu harus memastikan keamanan para pemilih saat melakukan pencoblosan, sehingga masyarakat tidak takut untuk menggunakan hak suaranya.
Segenap Forkopimda juga pro aktif membantu bahkan Babinsa dan Babinkabtibmas juga bersatu menyukseskan Pilkada yang aman dan kondusif,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Minggu (06/12/2020).

Lebih lanjut dirinya menegaskan, dengan akan berlangsungnya Pilkada Serentak jangan sampai timbul kluster baru COVID-19 yaitu kluster Pilkada.

Hal tersebut harus dipastikan dengan seksama sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

“Salah satu tips upaya yang bisa dilakukan penyelenggara Pilkada seperti yang diterbitkan KPU Pusat misalnya para panitia Pilkada dilakukan rapid dan swab test sebelum bertugas. Disediakan hand sanitizer di setiap bilik suara dan dilakukan penyemprotan disinfektan di TPU,” jelasnya.

Tak hanya itu, Khofifah juga berharap agar para bupati dan wali kota juga bisa menyampaikan kepada masyarakat bahwa penyelenggaraan Pilkada nanti sudah menerapkan protokol kesehatan (Prokes). Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir lagi dan tetap bisa menggunakan hak pilihnya.

“Saya berpesan, masyarakat perlu di sampaikan kembali dalam menggunakan hak pilih di masa pandemi COVID-19. Mereka harus diyakinkan bahwa Prokes sudah dilaksanakan demi keamanan bersama,” tandas Khofifah.

Seperti diketahui, Desember 2020 ini terdapat 19 kabupaten/kota di Jatim yang akan menyelenggarakan Pilkada serentak.

Daerah tersebut terdiri dari 16 kabupaten dan tiga kota, yakni Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Ngawi, Trenggalek, Kediri, Lamongan, Tuban, Gresik, Mojokerto, Malang, Blitar, Sidoarjo, Sumenep, Jember, Situbondo dan Banyuwangi. Kemudian Kota Blitar, Pasuruan dan Surabaya.

Meskipun berlangsung di masa pandemi COVID-19, diharapkan masyarakat yang memiliki hak suara bisa menggunakan hak suaranya saat Pilkada serentak berlangsung.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *