Gubernur Ganjar Pranowo Minta Penerapan Normal Baru Jangan Buru-Buru

0
(0)

Semarang–Gubernur Jawa Tngah Ganjar Pranowo meminta seluruh kepala daerah di provinsi itu tidak buru-buru mendeklarasikan dimulainya penerapan protokol kehidupan normal baru saat pandemi Covid-19.

“Tidak adanya kasus Covid-19 belum menjadi patokan agar penerapan normal baru segera dilakukan, ini mesti saya sampaikan, kalau ada mau normal baru itu bukan hari ini nol terus normal baru. Minimal 14 hari konsisten apa tidak, kita tunggu selama masa itu. Kalau konsisten boleh, lebih ideal lagi kita tunggu sebulan,” katanya di Semarang, Jumat (12/6).

Ganjar mengaku senang jika di suatu daerah tidak ada kasus positif Covid-19 dan tidak mempermasalahkan adanya perayaan terkait prestasi itu.

“Tapi ‘ojo kesusu’ (jangan buru-buru), saya khawatir normal baru itu diterjemahkan seperti kejadian tidak ada Covid. Saya saja tadi ‘ngecek’, Pasar Mangkang Semarang contohnya, di sana ya suasananya sama saja seperti tidak terjadi apa-apa, ini kan bahaya,” ujarnya.
Ganjar membenarkan bahwa ada daerah-daerah yang mengalami penurunan jumlah kasus Covid-19, seperti Kabupaten Kebumen, Kota Tegal, dan Kabupaten Rembang.
“Tapi kalau bisa tidak hanya melandai, melainkan sampai melantai dan ini harus konsisten selama 14 hari tidak ada penambahan. Kalau itu terjadi, ‘monggo’ saja,” katanya.
Hal tersebut disampaikan Ganjar menanggapi deklarasi penerapan normal baru oleh Pemerintah Kabupaten Kebumen karena tidak adanya kasus positif Covid-19 di daerah tersebut pada Kamis (11/6).
Pada deklarasi tersebut, juga diwarnai aksi sujud syukur dan potong rambut gundul Bupati Kebumen Yazid Mahfudz serta sejumlah pejabat lainnya.
Lebih lanjut, Ganjar mengaku sudah berkomunikasi dengan Bupati Kebumen dan mengucapkan selamat akan ikhtiar penanganan Covid-19 yang sangat keras.
Ganjar meminta hati-hati karena masih ada peluang untuk terjadinya kasus positif Covid-19. “Kecuali sekarang nol, kemudian daerah itu dikunci, maka akan aman. Kebumen itu kan daerah yang dilalui banyak transportasi, ada banyak orang datang dan keluar. Jadi saya minta hati-hati,” ujarnya. (SD/ ant)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Demokrat: Ngapain Buru-Buru Revisi UU Pemilu?

Fri Jun 12 , 2020
0 (0) Jakarta – Politikus Parta Demokrat, Jansen Sitindaon, mengeritik langkah Komisi II DPR yang tengah membahas revisi Undang-Undang Pemilihan Umum (UU Pemilu). Menurut dia, pembahasan revisi itu terlalu terburu-buru karena pemilu bukan hanya kepentinga partai politik saja. “Pemilu kan baru saja selesai. Ngapain juga kita buru-buru bahas RUU Pemilu […]