by

Gelombang II Jemaah Indonesia Mendarat Minggu 19 Juni

Jeddah: Jemaah calon haji Indonesia gelombang II dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah Arab Saudi, Minggu (19/6/2022).

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Arsad Hidayat menyebut, kedatangan jemaah gelombang II akan berbarengan dengan penutupan kedatangan gelombang I di Madinah. Kedua kedatangan dalam waktu yang bersamaan itu dipersiapkan secara serius oleh petugas haji Indonesia Daerah Kerja (Daker) Bandara.

“Tanggal 19 Juni dini hari pukul 03.00 WAS (Waktu Arab Saudi) itu mendarat kloter di Madinah, kemudian di saat bersamaan juga mendarat juga kloter gelombang kedua di Jeddah. Jadi itu sudah disiapkan betul oleh kawan-kawan daker bandara,” ucap Arsad Hidayat usai rapat di Madinah, Jumat (17/6/2022) malam.

Arsad menyebut, sejauh ini pemberangkatan gelombang I yang masih terus berlangsung tidak mengalami kendala. Puluhan ribu jemaah memasuki Madinah sebelum ke Makkah menggunakan bus.

“Secara umum saya kira pelaksanaan di periode kedatangan gelombang I sangat-sangat bagus dan baik. Buktinya seperti yang saya sampaikan ya, tapi kalau ada komplain saya kira komplain itu tidak terlalu menonjol karena petugas dengan sigap melakukan upaya penyelesaian terhadap masalah yang terjadi,” tuturnya.

Arsad mengingatkan, para jemaah agar membawa barang bawaan tidak melebihi kapasitas tas bagasi yang maksimal berukuran 32 kg, kecuali Embarkasi Surabaya dengan kapasitas 28 kg, sedangkan tas tenteng dan tas paspor dapat diisi maksimal 7 kg.

“Pelajaran berharga dari beberapa kasus, seperti yang disampaikan oleh Kadaker Bandara, ditemukan barang-barang yang melebihi batas. Ketika disampaikan (imbauan), tolonglah pada jemaah haji, kan niat pertama mereka datang ke Tanah Suci ini kan untuk beribadah,” ujar Arsad.

Karenanya, Arsad meminta jemaah untuk membawa barang secukupnya dan tidak berlebihan, guna menghindari masalah dengan pihak otoritas bandara Arab Saudi.

“Jadi, bawalah barang-barang secukupnya. Karena kalau nanti ada barang-barang yang dibawa untuk dijual atau untuk apa, tidak waktunya, tidak pas. Apalagi kalau barang-barang tersebut dalam kacamata seumpamanya kalau Bea Cukai custom Arab Saudi di anggap barang terlarang, itu juga menjadi permasalah,” tandas Arsad.

Untuk diketahui, kedatangan Gelombang II merupakan rute pemberangkatan Indonesia-Jeddah, sementara gelombang I adalah rute pemberangkatan Indonesia-Madinah.