Gelar Perkara Dugaan Kelalaian SOP BRI Di Polda Metro Jaya, David Rahardja : Hukum Tidak Akan Tumpul Keatas

Jakarta – Dugaan kelalaian pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI), Kini Pengusaha muda David Rahardja yang juga kader Partai Gerindra memenuhi pangilan Polda Metro Jaya untuk melakukan gelar perkara oleh penyidik Krimsus diJakarta, (8/12/2023).

“Hari ini, sesuai jadwal jam 08.00 saya kembali dipanggil Polda Metro Jaya untuk Gelar melakukan Perkara yang telah di laporkan dugaaan Kelalaian SOP”, ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa selama gelar perkara ini, di minta pihak penyidik untuk memberikan pemaparan panjelasan ulang di hadapan para peserta gelar perkara di Polda Metro Jaya.

“Namun hasil gelar, belum bisa saya sampaikan disini karena keputusannya di perkirakan nanti sore baru keluar status dari BRI itu sendiri”, ujar David Rahardja.

Dari sesi pertama, Pihak Penyidik memberikan kepada saya untuk menjelaskan secara utuh dan pihak BRI pun juga di beri kesempatan untuk menjelaskan gelar perkara ini.

“Di dalam perkara tadi, ada fakta yang tidak bisa di sangkal lagi dan terbukti BRI telah membuat resi palsu yang sempat diberikan pihak BRI kepada penyidik Polda Metro Jaya”, jelas David.

Sampai saat ini, Pihak BRI di berikan kesempatan dalam penyampaian rencana etikad baik mediasi oleh penyidik polda metro jaya.

“Sepertinya pihak BRI belum membuka rencana etikad baik, bahkan cenderung keterangan yang disampaikan berbelit belit”, pangkas David Rahardja

Menurut David, pihak BRI pun tidak menyangkal telah mengelurakan resi, namun di bantah dengan berbagai macam alasan.

“Maka dari itulah, pihak pihak yang telah dilaporkan berjumlah lima orang dari BRI yang di duga terlibat secara bersama sama, karena disini saya tidak mau mendahului penyidik polda metro jaya.

“Tidakan BRI telah melanggar Pasal 49 undang undang perbankkan, karena itulah saya melaporkan pihak BRI karena tidak memenuhi unsur SOP”,tuturnya lagi.

Menurutnya lagi, pada bulan Januari-Maret tanpa sepengetahuannya telah masuk ke dalam daftar hitam. Hal ini diketahui David setelah dirinya mengalami penolakan kredit di bank lain, yaitu Bank Central Asia (BCA) dan CIMB Niaga.

Merasa sangat dirugikan dalam kasus ini, Ia pun melaporkan BRI ke Polda Metro Jaya dengan membawa bukti surat penolakan kredit serta foto serah terima dengan BRI. Dengan laporan yang teregister di Polda Metro Jaya dengan nomor STTLP/B/2457/V/2023/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Dengan adanya perkara ini, sayapun sudah bersurat kepada Bapak Presiden dan Bapak Kapolri untuk segera minta kepastian hukum.

“Dan saya liat hari ini, terbukti diadakan gelar perkara khusus”, lanjut David.

semoga harapan Kedepannya, BRI menjadi lebih baik sebagai percontohan atau perwakilan dari BUMN yang benar benar menjalankan amanahnya sesuai motto melayani sepenuh hati dan tidak ada lagi oknum oknum dengan sengaja atau lalai menjalankan SOP perbankkan yang dapat merugikan Nasabah nasabah lain.

“Mungkin diluar sana banyak pihak tidak berani melaporkan, karena kita tahu BRI adalah Bank plat merah dan saya sebagai masyarakat biasa telah membuktikan hukum itu tidak akan Tumpul keatas”, tutup David. (iu)

Selanjutnya Silakan Baca Berita Kami Di GoogleNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *