Gelagat Aep Sebelum Menghilang saat Pegi Setiawan Bebas Dibongkar Keluarga

Jakarta – Aep, saksi kasus pembunuhan Vina Dewi Arsita alias Vina Cirebon dan Muhammad Rizky alias Eky, kini menjadi buruan.

Setelah Pegi Setiawan bebas dari status tersangka kasus Vina Cirebon, Aep justru menghilang.

Padahal dia sudah dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh keluarga 5 terpidana kasus Vina Cirebon yang sudah divonis hukuman seumur hidup.

Aep juga akan dilaporkan kuasa hukum Pegi Setiawan yang merasa dirugikan atas kesaksiannya.

Aep yang sebelumnya getol bersuara di media tentang kesaksiannya di malam sebelum Vina dan Eky ditemukan tewas, kini bak ditelan bumi.

Keluarga Aep di Kampung Bulak, Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi mengungkap gelagat Aep sebelum menghilang.
Sopiyah, salah satu keluarga mengaku Aep sering tidak berada di rumah.

“Saya bilang di sini juga enggak. Kadang-kadang ada, kadang-kadang dimana gitu. Kadang-kadang di sini sebulan. ungkap Sopiyah dikutip dari tayangan Kompas TV, Rabu (10/7/2024).

Karena itu, lanjut Sopiyah, kalau ditanya dimana Aep saat ini, dia mengaku bingung.

Dia juga tidak mendapat kabar keberadaan Aep beberapa waktu terakhir.

“Terakhir gak dapat kabar,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pegi Setiawan mengaku tidak mengenal Aep.

“Sama sekali tidak pernah mengenal. Baru mendengar setelah ini,” ungkap Pegi.

Karena tidak mengenal Aep, Pegi mengaku heran dengan pengakuannya.

Apalagi, dalam pengakuannya Aep mengatakan tahu wajah Pegi dan motor yang dibawa saat kejadian.

Saat itu Aep mengaku melihat Pegi mengendarai motor Smash warna pink.

Hal ini menurut Pegi adalah kebohongan, karena motor Smash miliknya sejak Januari 2016 atau jauh sebelum ada peristiwa VIna sudah dicat dengan warna ungu kuning.

“Semuanya tahu kalau motor saya warna ungu kuning,” ungkap Pegi.

Sementara itu, Sugiyanti Iriani mengaku akan melaporkan Aep ke polisi dengan dugaan memberikan keterangan palsu.

Sebelumnya, Aep dilaporkan keluarga 7 terpidana kasus Vina Cirebon yang sudah divonis seumur hidup, ke Mabes Polri pada Rabu (10/7/2024).

Saat melapor, keluarga 7 terpidana kasus Vina Cirebon didampingi kuasa hukum dari Peradi dan mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi yang selama ini sangat konsen dengan kasus Vina mengatakan, pelaporan ini bertujuan untuk menguji kembali kesaksian Aep dan Dede.

Sebab, menurutnya, para terpidana harus menjalani hukuman juga karena kesaksian Aep maupun Dede.

“Mereka masuk penjara itu salah satunya ada kesaksian dari Aep dan Dede.”

“Kami, teman-teman kuasa hukum dan keluarga terpidana datang untuk kembali menguji kesaksian Aep dan Dede itu, apakah benar atau palsu,” kata Dedi Mulyadi, di Mabes Polri, Rabu (10/7/2024).

Dedi meyakini upaya yang dilakukan ini bisa menjadi jalan untuk membebaskan para terpidana.

Terlebih, satu tersangka sebelumnya, yakni Pegi Setiawan sudah dinyatakan bebas melalui permohonan praperadilan.

Kebebasan Pegi setiawan menjadi jalan masuk bagi pihaknya untuk mengumpulkan bukti-bukti.

“Itu bagian cara kami untuk membebaskan terpidana yang saat ini masih mendekam di penjara setelah Pegi bebas melalui praperadilan,” ujarnya.

Dedi Mulyadi meyakini 7 terpidana yang kini memdekam di balik jeruji besi itu juga korban salah tangkap seperti Pegi Setiawan.

Keyakinan itu didapat setelah dia menemui mereka di dalam tahanan.

Disebutkan Dedi ada hal unik yang ditemukan dalam perbincangan dengan para terpidana.

Pertama, terpidana Rivaldi alias Ucil yang ternyata ditangkap bukan karena kasus pembunuhan tapi kepemilikan senjata tajam.

“Sajam yang dibawa itu mandao, bukan samurai. Tapi di PN mandao itu disebut samurai,” terang Dedi Mulyadi.

Hal unik lainnya, ternyata para terpidana ini ditangkap di depan SMP 11 Cirebon oleh Unit Narkoba yang dipimpin Iptu Rudiana (dulu masih Ipda).

Mereka dimasukkan ke unit narkoba dan mengalami penyiksaan.

Mereka lalu disodorkan berita acara yang harus ditandatangani.

Sementara bambu dan batu yang dipakai untuk alat bukti itu didapatkan terpidana Jaya dan Sudirman setelah diminta polisi mencarinya.

Akhirnya bambu ini lah yang diakui sebagai balok di barang buktinya.

“Saya mengajak semua, kita hari ini terkecoh oleh orang kesurupan Linda yang direkam lalu diserahkan ke iItu Rudiana. Linda ini lah yang menyampaikan 11 orang melakukan pembunuhan dan pemerkosaan,” ungkap Dedi.

Sementara untuk 3 DPO yang hingga kini masih misterius, dikatakan Dedi, hal itu berdasarkan keterangan Sudirman yang secara kapasitas tidak layak menjadi saksi.

“Sudirman itu 17 tahun baru lulus SD. Sudirman tidak memiliki kapasitas daya pikir yang cukup untuk memberikan penjelasan hukum. Sudirman saya yakin kalau ditanya hari ini beda lagi,” tukasnya.

Dengan dasar ini lah, Dedi Mulyadi bersama keluarga dan pengacara 7 terpidana memperjuangkan untuk mendapatkan keadilan dengan mengajukan peninjauan kembali (PK).

Setelah riwa-riwi di televisi, Aep tiba-tiba menghilang begitu banyak pihak yang mempertanyakan kebenaran pengakuannya.

Kini, keberadaan Aep pun mulai dicari dan mulai dikuliti oleh netizen.

Terbaru, wajah asli Aep beredar di channel Youtube @menguakfakta1.

Sebuah video berisi cupilkan beberapa potret Aep tanpa masker diunggah dan video tersebut disertai sejumlah keterangan terkait sosok Aep.

Aep diketahui memiliki nama panggilan, Aep alias Abie.

Ia juga disebut merupakan anggota geng motor dengan diunggahnya foto Aep tengah mengenakan jaket bertuliskan XTC.

Sebagai informasi, geng motor XTC menjadi sorotan setelah kasus pembunuhan Vina dan kekasihnya, Eky kembali mencuat.

Geng motor XTC ternyata disebut-sebut dalam isi putusan para terpidana peristiwa maut yang terjadi pada 2016 silam.

Dalam isi putusan, pelaku bernama Andi, yang sempat menjadi buronan polisi namun berujung disebut polisi DPO ‘fiktif’, punya masalah dengan geng XTC.

Aep diketahui bekerja sebagai sopir ambulans.

Tak hanya foto, channel tersebut turut mengunggah beberapa tangkapan layar status Facebook milik Aep.

Diduga Aep memiliki dendam kesumat kepada 8 terpidana pembunuhan Vina dan Eky.

“Demi Allah sampai kapan juga gue enggak terima. Gue cuman bisa berdoa, aja buat lo. Moga nasib keluarga lo tetap brantakan selalu dipenuhi dengan musibah. Lo inget itu,” tulis Aep pada 30 Desember 2016.

Kini juga bermunculan juga foto diduga Aep di TikTok.

Diunggah akun TikTok SYAMxxx55, foto tersebut menampilkan diduga Aep yang mengenakan jaket XTC.

Dalam tayangan 1 menit ini, sang kreator menyebut ‘AEP raja masker’.

Kemudian menuju akhir foto, ada pose menyilangkan tangan dari dua orang membentuk huruf X.

Dengan tangan terkepal, pria yang mengenakan kaos hitam menyilangkan tangan ke atas. Sementara yang satunya menyilangkan tangan ke depan.

Selanjutnya Silakan Baca Berita Kami Di GoogleNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *