by

Gandeng Pemerintakan Kota Bekasi, Surplus Bangun Kerjasama Kurangi Sampah Pangan

Jakarta – Indonesia mulai berupaya menerapkan strategi pengelolaan sampah makanan lewat kajian Food Loss and Waste (FLW) dalam Rangka Mendukung Penerapan Ekonomi Sirkular dan Pembangunan Rendah Karbon.

Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebutkan bahwa sampah makanan merupakan jenis sampah terbanyak yang timbul dari seluruh jenis sampah yang dihasilkan oleh masyarakat Indonesia.
Kehadiran aplikasi Surplus kini di gadang gadang menjadi upaya jitu Untuk mengurangi volume sampah makanan (food waster) yang cukup tinggi di Indonesia.

CEO Surplus, Agung Saputra mengatakan kerjasama antar pemerintah Kota Bekasi ini merupakan upaya kita bersama untuk mengurangi sampah pangan.

“Kami akan terus menggandeng pemerintah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama memberikan solusi penanganan volume sampah makanan terutama di pemerintahan Kota bekasi Saat ini”, Ujar Agung Saputra CEO Suplus disela sela Penandatangan kerjasama di Bekasi,(1/12/2021).

Menurutnya Dengan aplikasi Surplus ini , kita memberikan solusi untuk membeli makanan yang belum terjual dari toko makanan sebelum waktu tutup dengan diskon minimal 50%”,jelasnya.

“Setidaknya memberikan win win solusi kepada toko makanan sebelum mereka membuang makanannya sehingga mereka masih mendapat ke untungan dengan tidak membuang sampah makanannya”, ujar Agung.

Jadi lanjut Agung, setidaknya Surplus dapat mempermudah bagi pemilik tempat usaha di sektor Makanan seperti restoran, cafe, toko roti, dan sebagainya untuk menjual makanannya yang belum habis terjual atau mendekati masa kadaluarsanya.

“Jadi aplikasi ini sangat efektif dan bermanfaat bagi pemilik bisnis, konsumen, maupun masyarakat untuk mengurangi sampah pangan”, katanya.

Hal Ini sudah terbukti selama 1 tahun belakangan ini aplikasi Surplustelah berkontribusi mengurangi sampah makanan di Indonesia sebanyak 1 ton setiap bulannya.

Dikesempatan yang sama, Walikota bekasi, DR.H.Rahmat Effendi sangat mengaprisiasi kerjasama dalam upaya pengurangan sampai terutama di kota bekasi.

“kami sangat mendukung penandatangan kerjasama ini bersama Surplus, ini langkah baik untuk kedepannya”, ungkap Walikota.

Kita ketahui per harinya, sampah di Kota Bekasi mencapai ribuan ton. Sampah yang berasal dari 12 Kecamatan yang ada di Kota Bekasi dan Mayoritas yang diangkut yakni sampah rumah tangga.

“Semoga kerjasama ini akan tetap sinergis , besama-sama mengurangi sampah pangan dengan aplikasi Surplus ini dan saya intruksikan keseluruh jajaran pemerintahan daerah untuk segera di tindaklanjuti kerjasama ini”,tutup walikota.

Untuk mendukung pengurangan sampah pangan dengan penggunaaan Aplikasi Surplus untuk konsumen dan pemilik usaha dapat diunduh di Google Playstore secara gratis.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *