Gadis Pembunuh Balita di Sawah Besar Itu Divonis Dua Tahun

0
(0)

Jakarta – Seorang remaja berinisial NF (15) yang menjadi terdakwa kasus pembunuhan terhadap tetangganya yang masih berumur 5 tahun, berinisial APA, divonis pidana dua tahun penjara. Selain itu, ia ditempatkan di Lembaga Penyelenggara Kesejahteraan Sosial (LPKS) Handayani untuk menjalani hukumannya itu.

Hal tersebut disampaikan oleh LBH Mawar Saron Jakarta yang menjadi Tim Penasihat Hukum NF dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Rabu (19/8). Berikut vonis untuk NF yang tercantum dalam Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 12/Pid.Sus-Anak/2020/PN Jkt.Pst.

“NF telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana yang diatur dan diancam dalam Pasal 76C UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo. Pasal 80 Ayat (3) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.” demikian bunyinya.

Direktur LBH Mawar Saron Jakarta, Ditho HF Sitompoel, mengapresiasi seluruh majelis hakim yang diketuai oleh Made Sukreni atas pertimbangan pemberian hukuman yang lebih ringan dari tuntutan enam tahun penjara yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Seluruh Tim Penasihat Hukum NF mengapresiasi putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, khususnya hakim yang memimpin persidangan dengan bijaksana, Ibu Made Sukreni yang betul-betul memperhatikan kepentingan seluruh pihak, khususnya kepentingan terbaik NF dan kandungannya,” ujarnya.

Beberapa hal terungkap dalam persidangan tertutup yang dijalani oleh NF. Mulai dari temuan bahwa NF mengalami gangguan kejiwaan bernama Post Traumatic Syndrome Disorder (PTSD) hingga temuan bahwa NF pun merupakan korban pelecehan seksual oleh paman dan kekasihnya.

Putusan terhadap NF ini dinilai dapat dijadikan acuan dalam memeriksa perkara-perkara anak yang berkonflik dengan hukum di seluruh Indonesia. Dalam persidangan NF, hakim mengedepankan kebenaran materil dan kepentingan terbaik untuk anak.

“Terbukti dengan ditangguhkannya penahanan terhadap anak agar memberi waktu yang cukup dalam pengungkapan fakta tanpa terburu-buru,” kata Ditho. (RAM/Ant)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Mantan Penasehat Kampanye Trump Didakwa Kasus Penipuan

Fri Aug 21 , 2020
0 (0) Jakarta – Stephen Bannon, mantan penasihat kampanye Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, beserta tiga orang lainnya pada Kamis (20/8). Dia didakwa oleh jaksa federal atas tindak penipuan senilai ratusan ribu dolar AS terhadap para donor terkait kampanye penggalangan dana untuk membangun tembok perbatasan (AS dan Meksiko), seperti […]