Friday, May 7

Fraksi NasDem DKI: Kebijakan Menhub Soal Ojek Daring Persulit Pencegahan Wabah Corona

Jakarta – DPRD DKI menyayangkan penerbitan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020 yang membolehkan ojek daring (odar) untuk membawa penumpang pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Peraturan tersebut dinilai akan mempersulit penindakan dan mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, mengatakan bahwa seharusnya tidak ada tumpang tindih aturan dalam mencegah penyebaran virus yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, Cina, itu. Pasalnya, ini akan mempersulit petugas yang melakukan pengawasan di lapangan.

“Ketika Pergub 33/2020 dan Permenkes 9/2020 melarang ojek daring mengangkut penumpang selain barang, Permenhub 18/2020 justru membolehkan moda transportasi daring itu mengangkut penumpang. Ini harus tegas. Meski regulasi dibuat dengan niat baik, jika isinya tersebut bertentangan, itu malah menimbulkan kebingungan,” ujarnya ketika dikonfirmasi awak media di Jakarta, Senin (13/4).

“Masyarakat bingung, aparat penegak hukum juga bingung. Apalagi, Polda Metro Jaya berencana mulai hari ini menindak pengendara yang melanggar PSBB,” tuturnya.

Ia menegaskan, pemerintah harusnya tidak hanya fokus pada odar saja. Faktanya masih banyak warga Jakarta yang tedampak selama penerapan PSBB ini.

“Supir angkot, bus, mikrolet, sama bajaj apa tidak terdampak? Pemerintah harus adil, jangan cuman ojek daring saja yang jadi perhatian. Banyak warga Jakarta terdampak PSBB dan butuh perhatian dari pemerintah,” urainya.

Wibi mengingatkan, saat ini pemerintah dan masyarakat tengah bersatu menghadapi pandemi Covid-19. Maka dari itu, lanjut Wibi, yang seharusnya menjadi perhatian utama adalah memastikan virus tersebut tidak menyebar dengan tetap menjaga jarak.

“Sekarang ini kita fokus dulu ngurusi Covid-19. Kenapa kita malah sibuk cuman ngurusi orang berboncengan? Bagaimana kita mau mengurangi penyebaran kalau jaga jarak saja tidak ditegakkan. Kita sekarang fokus membereskan sakitnya, ekonomi nanti saja,” paparnya. (AS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *