Monday, May 10

Rumah Sakit Covid-19 di Surabaya Hampir Penuh

Ilustrasi

Surabaya – Lonjakan kasus positif Covid-19 di Surabaya dalam level yang mengkhawatirkan. Rumah sakit-rumah sakit yang menjadi rujukan, hampir terisi penuh. Itu disebabkan angka penambahan kasus positif yang jauh lebih tinggi dari angka kesembuhan.

Data yang dirilis Pemprov Jatim pada Senin (7/12), di Surabaya penambahan kasus potif dari sehari mencapai 51 orang. Sedangkan sembuh hanya 38 orang.

Penambahan positif Covid-19 sebanyak 51 orang per hari itu menjadi rekor dalam sepuluh terakhir yang rata-rata penambahan kasus positif per harinya di kisaran 30 orang.

Kedisiplinan warga yang mengendor, musim pancaroba, dan deteksi di tengah masyarakat yang kurang masif menjadi sejumlah faktor yang menyebabkan angka positif melonjak.

Salah satu rumah sakit yang hampir penuh adalah Rumah Sakit Lapangan Kogabwilhan II (RSLK) yang ada di Jl. Indrapura, Surabaya. Dari kapasitas maksimal 357 pasien, saat ini yang sudah dirawat di sana mencapai 300 orang.

Dalam beberapa hari ke depan, RSLK dikhawatirkan mengalami kelebihan pasien. Dokter Nalendra, penanggung jawab RSLK, sudah mengusulkan kepada Pemprov Jawa Timur untuk adanya penambahan tempat tidur. Juga penambahan tenaga kesehatan.

”Kami sudah mengajukan penambahan 150 tempat tidur, tenda, juga 33 nakes yang mencakup dokter, perawat, dan relawan. Pemprov sudah setuju,” kata dr Nalendra.

Satu rumah sakit swasta di kawasan Surabaya timur juga sudah penuh. Hal itu diungkapkan salah seorang dokter yang bertugas di sana.

Bahkan, dalam laporan kantor berita Reuters beberapa hari lalu, seorang dokter senior yang pernah menjadi direktur utama rumah sakit daerah di pamekasan, meninggal dunia karena tidak mendapatkan ventilator di Surabaya.

Pencoblosan pilkada serentak yang jatuh pada Rabu besok (9/12), dikhawatirkan meningkatkan risiko penyebaran Covid-19. Di Surabaya saja lebih dari dua juta orang memiliki hak pilih.

Mereka akan berbondong-bondong menuju ke TPS. Warga yang menunaikan hak pilihnya dihimbau untuk benar-benar menjalankan protokol kesehatan dengan maksimal. Pakai masker, jaga jarak, dan segera mencuci tangan setelah menunaikan hak pilih.

Bahwa lonjakan jumlah pasien positif Covid-19 meningkat tajam, juga dirasakan Edy Sukotjo, Ketua Alumni Penyintas Covid-19 Jatim. Ia melihat hal itu dari antrean panjang pemohon donor plasma kovalesen.

”Otomatis, jika angka positif semakin tinggi, maka permintaan plasma kovalesen semakin tinggi. Di sinilah pentingnya peran para penyintas, membantu saudara-saudara yang positif untuk segera sembuh. Jadi jangan kucilkan mereka,” jelas Edy.Alq.(SP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *