by

Ekonomi dan PPKM Darurat Jawa-Bali

Jakarta: Pemerintah bakal menerapkan PPKM Darurat di Jawa dan Bali, pada 3-20 Juli 2021.

Hosting Unlimited Indonesia

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah menilai, PPKM Darurat jelas akan menurunkan kembali tingkat konsumsi masyarakat karena saat ini konsumsi masyarakat sebenarnya sudah mulai pulih.

“PPKM Darurat jelas akan kembali menurunkan konsumsi masyarakat. Kemudian, tingkat penjualan ritel akan turun tajam,” kata Piter seperti dilansir dari Okezone, Jumat (2/7/2021).

Menurutnya, dengan adanya kondisi tersebut, diprediksi pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2021 akan kembali mengalami penurunan yang signifikan.

Sebab, kata dia, hal ini tergantung dari seberapa lama PPKM Darurat ini diberlakukan.

“Dampaknya pertumbuhan ekonomi pada triwulan III akan kembali turun tajam. Ini bergantung dari berapa lama PPKM darurat diberlakukan. Semakin lama diberlakukan, maka semakin besar kontraksi ekonominya,” jelas dia.

Piter juga menjelaskan, dengan ditutupnya pusat perbelanjaan atau mal, serta adanya pembatasan jam operasional di restoran dan swalayan, dinilai tidak sampai menimbulkan potensi PHK.

Berbeda dengan Piter. Direktur Utama Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menilai kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali yang dikeluarkan pemerintah terkesan tanggung.

Sebab, menurut Bhima, masih ada sejumlah sektor tetap beroperasi dengan berbagai alasan.

“PPKM-nya ini cukup tanggung karena satu sisi masih bisa makan di tempat, ritel bisa dibuka sampai jam 5 sore,” kata Bhima seperti dilansir dari merdekacom, Kamis.

Akan tetapi, kemungkinan besar banyak pekerja dirumahkan sementara.

PPKM Mikro darurat dilakukan dengan pembatasan yang super ketat. Hal ini seperti perkantoran WFH 75 persen dan WFO 25 persen bahkan tidak tertutup kemungkinan 100 persen WFH.

Selain itu, rencana ini juga menerapkan jam buka pusat perbelanjaan atau mall, restoran, warung makan, cafe, pedagang kaki lima, lapak berdiri di batasi sampai jam 17.00 dengan kapasitas 25 persen.

Kegiatan area publik, seni budaya atau social, rapat, seminar sementara ditutup.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *