Monday, April 19

Ekonom: Panic Buying Tak Perlu Terjadi, Pemerintah Harus Samakan Informasi

Jakarta : Ekonom Enny Sri Hartati menilai, fenomena panic buying masih terjadi karena pemerintah belum dapat menenangkan pemerintah dengan informasi dan edukasi yang jelas.

“Sosialisasi dan edukasi yang dibutuhkan masyarakat saat ini. Hal sederhana, kesulitan mencari masker, ini yang lamban direspon oleh pemerintah. Kita lihat tadi pagi teman-teman media masih menginformasikan, tidak hanya masker, tapi jahe juga diserbu. Berarti belum efektif langkah-langkah, baik informasi maupun respon yang dilakukan pemerintah,” ujarnya.

Tidak hanya edukasi dan informasi, kata Enny, mitigasi resiko juga perlu diberikan secara masif oleh pemerintah. “Tapi memang itu tidak cukup kalau tidak ada mitigasi resiko dari pemerintah, yang memicu kepanikan ini. Hal paling urjen, masker itu perlu dibagikan ke masyarakat, seperti kebakaran hutan kemarin, masker langsung dibagi. Di Jepang justru harga masker dan sabun pencuci tangan harganya diturunkan,” sebutnya.

Selain itu, hal penting lagi yang dilakukan pemerintah adalah menyamakan informasi, baik pemerintah daerah maupun pusat dan intasnsi pemerintah lainnya. Hal itu sebagai penangkal berita hoaks yang disebarkan oleh pihak yang ingin memanfaatkan situasi dengan memperkeruh keadaan.

“Yang perlu dibenahi, komunikasi publik. Harus ada kesamaan informasi yang bersumber dari pemerintah, baik pusat, daerah, instansi lembaga, harus ada kesamaan informasi, harus ada kepastian berita, jangan sampai simpang siur. Karena rentan sekali masyarakat diprovokasi dengan politisasi. Banyak berita hoaks karena tidak ada kepastian informasi dari pemerintah,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *