Monday, May 10

Edhy Prabowo mengundurkan diri, peluang Sandiaga Uno dan Fadli Zon jadi menteri

Edhy Prabowo telah menandatangi surat pengunduran diri sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan pasca ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap izin ekspor benur atau benih lobster.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Antam Novambar mengatakan, surat pengunduran diri tersebut juga sudah diserahkan kepada Presiden Joko Widodo.

“Surat pengunduran diri sudah ditandatangani Pak Edhy kemarin. Surat itu ditujukan ke Bapak Presiden,” ujar Antam di Jakarta, Jumat (27/11/2020).

Kata Antam, KKP saat ini tinggal menunggu keputusan resmi Presiden Joko Widodo atas surat pengunduran diri tersebut. Sebab hanya Presiden yang berhak memutuskan pemberhentian seorang menteri.

Sementara ini, lanjut Antam, KKP dipimpin oleh Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim.

Antam menegaskan, di situasi saat ini pelayanan KKP terhadap masyarakat kelautan dan perikanan tetap berjalan seperti biasa. Pegawai di Pusat maupun Unit Pelayanan Teknis (UPT) Daerah tetap bekerja, tetap beroperasi seperti biasa.

“Yang pasti layanan ke masyarakat tetap berjalan, tidak boleh kendor,” kata Antam menambahkan.

Di tengah pengunduran diri Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, saat ini sudah mulai santer dibicarakan siapa yang bakal ditunjuk sebagai penggantinya.

Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari meyakini Presiden Joko Widodo akan menyerahkan kursi Menteri Kelautan dan Perikanan untuk Partai Gerindra.

Karena itu, dua sosok politikus partai Gerindra yang dinilai berpeluang menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan adalah Sandiaga Uno dan Fadli Zon.

“Jadi tentunya yang paling berpeluang adalah dari tokoh Gerindra, dilihat dari latar belakang kelima nama elite Partai Gerindra yang berpeluang masuk menggantikan Edhy Prabowo sebetulnya ada dua nama, Sandiaga Uno dan Fadli Zon,” kata Qodari seperti dikutip CNNIndonesia.com, Kamis (26/11/2020).

Qodari menerangkan peluang Sandi-sapaan akrab Sandiaga Uno-menduduki Menteri Kelautan dan Perikanan terbuka karena Sandi merupakan calon wakil presiden pendamping Prabowo di Pilpres 2019.

Menurutnya, rekonsiliasi politik akan semakin komplit serta Kementerian Kelautan dan Perikanan akan memiliki kinerja lebih bagus bila Sandi yang terpilih menjadi pengganti Edhy.

“Kalau dia [Sandi] masuk, wah komplit ini rekonsiliasi politik dan di sisi yang lain dengan masuknya Sandi maka harusnya peluang kinerja yang lebih bagus juga akan terjadi,” ujarnya.

Qodari pun meyakini Sandi tidak akan mengulang perbuatan Edhy yang diduga melakukan tindak pidana korupsi.

“Saya haqul yakin tidak sampai korupsi apa lagi buat beli barang-barang mewah, karena Sandi sudah amat sangat kaya, dia tidak perlu korupsi untuk bisa beli barang-barang mewah yang dibeli Edhy dan istrinya di Hawai itu,” ujarnya.

Qodari melanjutkan, jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan akan menjadi menarik bila kelak diberikan kepada Fadli. Pasalnya, dia menuturkan, Fadli masih rajin mengkritik pemerintah, meskipun Gerindra masuk koalisi pendukung pemerintah.

Jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan bisa menjadi tempat Fadli membuktikan apakah memiliki kinerja lebih bagus dibandingkan menteri-menteri lainnya.

Selain Sandi dan Fadli, menurut Qodari tiga kader Partai Gerindra lain juga memiliki peluang mengisi jabatan yang telah ditinggalkan oleh Edhy tersebut.

Menurutnya, tiga kader Gerindra lainnya itu adalah Sufmi Dasco Ahmad, Sugiono, serta Ahmad Muzani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *