Monday, May 10

DPR: Agak Aneh yaa, Cina Beli Vaksin

Jakarta, – China dikabarkan akan membeli vaksin BioNTech asal Jerman yang dibuat bersama perusahaan Amerika Serikat (AS), Pfizer Inc. Dilaporkan Reuters, Shanghai Fosun Pharmaceutical Group Co Ltd mengaku akan mendatangkan setidaknya 100 juta dosis vaksin Covid-19 itu untuk digunakan di China daratan.

Terkait hal itu, Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay menegaskan, kabar bahwa China akan membeli vaksin dari negara lain tersebut perlu didalami. Pasalnya, kabar tersebut bisa berdampak secara sosiologis di tengah masyarakat.

“Sebab ada kesan bahwa vaksin produk China tidak dipakai negaranya. Malah, China menghabiskan anggaran yang cukup besar untuk mengimport vaksin dari negara lain,” kata Saleh kepada RRI.co.id, Jumat (18/12/2020).

“Kan agak aneh ya. Mereka punya vaksin sendiri, tapi beli ke tempat lain. Dari sisi keamanan dan keuangan, tentu itu kurang menguntungkan,” tambah Politisi PAN ini menanggapi.

Sebelumnya, dari dokumen pengajuan bursa Hong Kong, vaksin impor tersebut akan digunakan tahun depan jika disetujui oleh otoritas. Fosun juga sudah membayar uang muka kepada BionTech sebesar US$ 135 juta ke BioNTech.

Meski begitu, belum ada pengumuman kesepakatan ini dari pemerintah China. Namun pada November lalu, Fosun sudah mendapatkan lampu hijau untuk menjadi mitra uji klinis vaksin Pfizer-BioNTech bernama B162B2 di China.

Vaksin Pfizer-BioNTech sendiri sebelumnya telah dibeli oleh Inggris dan Amerika Serikat. Itu juga sudah menerima persetujuan penggunaan darurat dari sejumlah negara. Vaksin ini dalam risetnya efektif 95% dalam uji klinis membentung corona.

China sebenarnya memiliki vaksin lokal dan bahkan sudah memberikan persetujuan darurat, yakni Sinovac Biotech Ltd., China National Pharmaceutical Group atau Sinopharm, serta CanSino Biologics untuk untuk kepentingan militer.

Sebelumnya, perusahaan farmasi China lainnya, Shenzhen Kangtai Biological Products Co Ltd juga bekerja sama dengan produsen vaksin corona asal Inggris, AstraZeneca PLC. Rencananya ada 100 juta dosis vaksin yang akan diproduksi keduanya. Uji klinis juga sudah dilakukan di China.

China kini tercatat memiliki 86.770 kasus positif Covid-19, dengan 4.634 kasus kematian, dan 81.821 orang pasien berhasil sembuh per Kamis (17/12/2020), menurut data Worldometers.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *