by

Dorong Pesantren Jadi Pusat Kemandirian

Sengkang : Wakil Presiden Ma’ruf Amin mendorong pondok pesantren agar menjadi pusat kemandirian masyarakat. Menurut dia, hal itu merupakan salah satu amanat UU Nomor 18/2019 tentang Pesantren.

Demikian disampaikan Wapres saat menghadiri Muktamar As’adiyah Ke-15 di Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Sabtu (3/12). ““Kita ingin pesantren menjadi pusat kemandirian agar tidak menjadi beban umat,” ujarnya.

Wapres juga mengharapkan pesantren memberikan kontribusi pada kegiatan perekonomian seperti pertanian, perindustrian, pertambangan, dan perikanan. “Semua itu harus kita kembangkan,” ucapnya.

Secara khusus Wapres meminta Pemprov Sulsel untuk menggerakkan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penerapan “One Pesantren, One Product” (OPOP). Dia juga mengapresiasi Pesantren As’adiyah yang telah memulai metode tersebut di kalangan santrinya.

Wapres juga menyebutkan Indonesia terus berupaya menggencarkan berbagai langkah untuk mewujudkan cita-cita sebagai pusat produk halal dunia 2024. Untuk itu, dia mengapresiasi daerah-daerah yang mendukung keinginan tersebut seperti Sulsel.

Bahkan, Bank Sulselbar telah dikonversi menjadi bank yang beroperasi secara syariah. “Ini merupakan salah satu upaya kita mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia,” kata Wapres.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan selama tiga tahun terakhir pihaknya telah menerbitkan 400 sertifikasi halal. Namun, dia mengungkapkan pihak Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika MUI (LPPOM MUI) Sulsel mengalami kendala dalam tugasnya.

“Tenaga teman-teman di sana tidak cukup banyak untuk melayani,” ujar Andi. Sehingga, pihaknya terpaksa membatasi penerbitan sertifikat halal hingga 100-200 per tahun.

Sejak berdiri pada 90 tahun lalu, Lembaga Pendidikan As’adiyah telah memiliki 300 cabang dan 80 ribu santri. “Kami konsisten mengembangkan pendidikan agama yang mengedepankan nilai-nilai Islam Rahmatan lil ‘alamin,” ucap Muhammad Sagena, Pemimpin As’adiyah.